Anggota DPR Markus Nari Jadi Tersangka KPK, Diduga Pengaruhi Miryam

Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Markus Nari

Jakarta, Sayangi.Com– KPK menetapkan anggota DPR dari Fraksi Golkar, Markus Nari, sebagai tersangka terkait kasus pemberian keterangan palsu yang menjerat politisi Hanura Miryam S Haryani.

Markus diduga mempengaruhi Miryam S Haryani sehingga mencabut semua keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat menjadi saksi pada sidang kasus Korupsi proyek E-KTP pada 23 Maret 2017.

“MN diduga dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung dan tidak langsung penyidikan, terkait pemberian keterangan yang tidak benar dengan tersangka MSH dalam persidangan kasus e-KTP,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Jumat (2/6).

Dalam berkas dakwaan jaksa dalam kasus korupsi proyek E-KTP dengan terdakwa mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto, Markus Nari disebut menerima uang sejumlah Rp4 miliar dan 13.000 Dolar AS. Politisi asal Tana Toraja, Sulsel, ini pernah dihadirkan sebagai saksi di persidangan kasus korupsi E-KTP. Di persidangan, Markus membantah telah menerima uang terkait proyek E-KTP.

KPK menduga Markus berupaya agar Miryam tidak membongkar penerimaan uang yang melibatkannya. Bukan hanya Miryam, KPK juga menduga Markus mempengaruhi saksi lain untuk memberikan keterangan tidak benar di persidangan.

Menurut Febri, penetapan Markus Nari sebagai tersangka dilakukan setelah KPK memeriksa beberapa saksi untuk tersangka Miryam S Haryani. KPK juga telah menggeledah rumah Markus Nari dan menyita sejumlah barang bukti termasuk salinan BAP Markus dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.

Penyidik KPK kini sedang mendalami dari mana BAP penyidikan e-KTP bisa berada di tangan Markus.