Polisi Tunggu Persetujuan Interpol Terkait Red Notice Rizieq Shihab

Kapolda Metro Irjen M Iriawan (berdiri di tengah) saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6) /Foto: Tri Setyo

Jakarta, Sayangi.com – Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi M. Iriawan mengatakan, polisi telah melakukan gelar perkara dengan pihak Bareskrim Mabes Polri terkait kasus dugaan chat mesum Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Selain itu, polisi juga melakukan gelar perkara dengan pihak interpol terkait permintaan red notice terhadap Rizieq.

“Sudah diajukan, hari Rabu lalu gelar perkara dari jam 9 pagi sampai 5 sore. Dijelaskan disitu fakta-fakta, saksi ahli, dan sebagainya,” kata Irjen Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6).

Saat ini, kata Iriawan, pihaknya tinggal menunggu keputusan dari interpol yang saat ini juga sedang rapat untuk mengkaji urgensi untuk dikeluarkannya red notice tersebut.

“Interpol akan mengkaji ini, kita tidak bisa sembarangan. Kita masih tunggu di interpol apakah red notice itu dikabulkan atau tidak,” ucap dia.

Iriawan juga meminta Rizieq untuk kembali ke Indonesia,  jika yang bersangkutan merasa tidak bersalah.

“Buktikan di pengadilan kalau memang tidak bersalah,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan, sebelum berkoordinasi dengan Mabes Polri mengenai usulan mengirimkan red notice, Polda Metro Jaya telah melakukan beberapa langkah untuk menghadirkan Rizieq.

“Kepolisian melakukan beberapa langkah untuk menangkap Rizieq. Langkah awal yakni langsung melakukan perburuan terhadap Rizieq, masuk dalam DPO, kalau tidak hadir juga baru kita kirim red notice,” kata Argo.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan tersangka terhadap Rizieq dan seorang wanita Firza Husein terkait dugaan penyebaran percakapan dan foto vulgar pada Senin (29/5).

Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 junto Pasal 29 dan atau Pasal 6 junto Pasal 32 dan atau Pasal 9 junto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.