Polda Metro Jaya Ciduk 28 Orang Anggota Geng Motor di Jakarta dan Sekitarnya

Kapolda dan Kabid Humas Polda Metro Jaya saat menunjukkan barang bukti di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6). (Foto: Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan mengatakan, pihaknya telah melakukan operasi Cipta Kondisi di berbagai wilayah guna menekan angka kriminalitas di bulan suci Ramadan. Dari hasil operasi tersebut, polisi juga turut mengamankan anggota geng motor yang selama ini meresahkan warga Jakarta dan sekitarnya.

“Akhir-akhir ini banyak kejadian yang muncul di publik diantaranya beberapa kejadian munculnya berandalan bermotor. Kenapa disebut berandalan, karena tidak semua geng motor itu melakukan tindak pidana, ada sebagian yang betul-betul menyukai otomotif,” ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/6).

Polisi, kata Iriawan, menangkap sebanyak 28 orang pelaku geng motor dari beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya. Diantaranya adalah di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur dan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

“Di Mampang Prapatan, disana ada geng motor yang terkenal Jepang (Jembatan Mampang). Kemudian di Depok Sukmajaya, Limo dan Bekasi Kota Jati Waringin, Pondok Gede, Jati Asih,” jelasnya.

Selanjutnya, Iriawan juga menerangkan, pihaknya juga mengamankan cukup banyak barang bukti dari kasus tersebut. Mayoritas barang bukti tersebut berupa senjata tajam.

“Adapun barang bukti, dapat kita lihat bersama, ada berbagai Sajam (senjata tajam) hasil buatan sendiri maupun pabrikan. Kemudian pipa besi, bambu, HP, sepeda motor, Miras dan panah,” bebernya.

Lebih jauh Iriawan juga menegaskan, perburuan terhadap geng motor belum selesai. Oleh karena itu, ia meminta seluruh Kapolres di wilayahnya untuk mendata seluruh geng motor di wilayah masing-masing.

“Disinyalir di beberapa tempat ada geng motor yang membagi wilayah operasinya. Bila masih ada yang melanggar, kami lakukan tindakan tegas,” kata Iriawan.

Untuk motifnya sendiri, lanjut Iriawan, para anggota geng motor melakukan penganiayaan dan perampasan agar diakui dalam kelompoknya. Pasalnya, mereka yang dapat melukai dan merampas harta korban akan mendapat pangkat tinggi dalam geng tersebut.

“Mereka mencari jati diri kalau bisa mekukai dan merampas harta para korbannya. Jadi mereka punya prestige dan pangkatnya tinggi. Selain itu, mereka juga mencari uang dengan target HP atau sepeda motor, setelah mereka dapat barang rampasan mereka jual,” paparnya.