ISIS Mengklaim Bertanggung Jawab Atas Serangan Manila

Polisi berjalan melewati bagian yang masih terbakar dari sebuah hotel di kompleks Resorts World Manila pada hari Jumat (2/6)setelah serangan tersebut. Foto Aaron Favila/AP
Polisi berjalan melewati bagian yang masih terbakar dari sebuah hotel di kompleks Resorts World Manila pada hari Jumat (2/6)setelah serangan tersebut. Foto Aaron Favila/AP

Manila,Sayangi.com–  ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap sebuah kasino di kompleks Resort World Manila, pada Kamis (1/6) malam, yang menewaskan sedikitnya 36 orang.

Melalui layanan berita Amaq, ISIS menggambarkan penyerangan tersebut sebagai “inghimasi” yakni aksi untuk menembus suatu tempat, menembak orang dan kemudian meledakkan dirinya sendiri.

Namun, Kepala Polisi Nasional Filipina Ronald dela Rosa sebelumnya membantah laporan bahwa insiden tersebut terkait dengan ISIS. Menurut polisi, tersangka ditemukan tewas sekitar lima jam setelah beraksi karena membakar diri di salah satu kamar dan belum diidentifikasi oleh polisi.

Polisi mengatakan kepada ABC News bahwa penyelidikan awal menunjukkan bahwa semua korban, yang ditemukan di dua lantai, meninggal karena menghirup asap saat resort  tersebut terbakar.

Dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (1/6) sore waktu Washington, Presiden Donald Trump menyebut insiden tersebut sebagai “serangan teror”. Ia mengatakan, “Kami memantau situasi dengan seksama dan saya akan terus memberikan pembaruan jika terjadi sesuatu selama periode ini tetapi sebenarnya sangat sedih tentang apa yang terjadi di seluruh dunia dengan teror. Pikiran dan doa kita bersama semua orang yang terkena dampak. ”

Departemen Luar Negeri AS menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga yang terkena dampak serangan tersebut.

Melalui Heather Nauert Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan “Dalam menghadapi tragedi ini, Amerika Serikat dengan bangga berdiri bersama rakyat Filipina dan akan terus mendukung upaya untuk mencapai perdamaian, keamanan, dan kemakmuran bagi negara mereka.”

Sumber:abcnews.go.com