Pansus Perkirakan Revisi UU Anti Terorisme Selesai Bulan Oktober

Anggota DPR dari Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi /Foto: Fahri Haidar

Jakarta, Sayangi.com– Revisi Undang-Undang Anti Terorisme diperkirakan baru selesai dibahas di DPR pada Oktober tahun ini.

“Ekspektasi kita akan diselesaikan dalam dua kali masa sidang lagi, kira-kira bulan Oktober,” kata Bobby Adhityo Rizaldi, anggota Pansus RUU Anti Terorisme dari Fraksi Partai Golkar, dalam diskusi bertajuk ‘Membedah Revisi UU Anti Terorisme’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6).

Menurut Bobby, sudah 70 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang diselesaikan Pansus dari 115 DIM. Sisanya adalah pasal-pasal yang dinilai kontroversial dan sengaja dibahas belakangan.

Namun, katanya, bukan persoalan pasal kontroversial saja yang menjadi kendala di parlemen. Revisi UU Anti terorisme juga perlu sinkronisasi dengan undang-undang terdahulu yang berhubungan dengan teroris, yang sudah dikeluarkan oleh negara mulai 2003-2016.

“Sinkronisasi itu tidak sedikit, seperti UU 2003, tahun 2004 ada UU tentang TNI. Kemudian tahun 2011 ada UU mengenai intelijen. Ada perpres 2010-2012 mengenai BNPT, lantas ada undang-undang lagi di tahun 2006 tentang LPSK, juga ada pasal yang sebelumnya mengenai keterlibatan anak, itu terkait juga dengan UU sistem peradilan anak,” kata Bobby.

Selain itu, yang paling utama yakni, pasal-pasal pemidanaan dalam UU ini harusnya mengacu pada KUHP. Namun, kata dia, sampai tiga hari lalu, KUHP-nya belum diputuskan, apakah pidana UU terorisme ini akan dibahas, mengacu pada KUHP lama atau tidak.

Bobby menjelaskan, pihaknya tidak terlalu mengejar RUU Anti Terorisme ini harus selesai sesegera mungkin. Pasalnya, UU mengenai terorisme ini rentan terhadap pelanggaran HAM.

“Kita ingin UU yang komprehensif, yang diterima masyarakat, masuk akal, rasional, dan juga transparan,” katanya.