TNI Bisa Dilibatkan dalam Penanganan Teroris dari Pihak Luar

Wawan Hari Purwanto

Jakarta, Sayangi.com – Direktur Komunikasi dan informasi BIN, Wawan Hari Purwanto menanggapi perihal dilibatkannya TNI dalam penindakan teroris seperti dirancang dalam Revisi Undang-Undang Anti Terorisme. Menurutnya, keterlibatan TNI dalam menindak terorisme di Indonesia dewasa ini belum terlalu dibutuhkan.

“Selama ini tidak ada masalah untuk skala besar, kalau serangan kecil cukup diatasi polisi. TNI saya rasa cukup berperan aktif dengan BKO (Bantuan Kendali Operasi),” kata Wawan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6).

Dikatakannya, TNI bisa dilibatkan dalam penanganan ancaman teroris dari pihak luar. Hal itu sesuai dengan undang-undang TNI nomor 34 tahun 2004.

Selain itu, keterlibatan TNI juga dinilainya bisa dilakukan saat aparat kepolisian sulit menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau seperti yang sebelumnya terjadi di Poso.

“Kalau eskalasi cukup besar seperti di perbatasan, pegunungan, di Poso itu banyak melibatkan mereka dari unsur TNI. Karena itu menyangkut pengepungan dan gerilya hutan yang sejatinya menjadi kemampuan TNI,” lanjutnya.

“Urgensi TNI kan untuk penanganan di medan khusus. Karena memang latihan khusus survival dan bertahan di cuaca buruk ada latihan begitu di TNI,” tutupnya.

Diketahui, dalam RUU Terorisme nomor 15 tahun 2003, pemerintah bersama legislatif memasukan TNI dalam penanganan terorisme.

Nantinya, jika RUU tersebut disahkan, TNI akan berkordinasi dengan kepolisian dibawah naungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).