Cuitan Trump Tentang Teror London Tuai Kecaman

Presiden AS Donald Trump/Foto: AP

Washington DC, Sayangi.com– Presiden AS Donald Trump lagi-lagi membuat komentar kontroversial. Komentarnya kali ini terkait serangan teror di London Bridge pada Sabtu (3/6) malam, yang mengakibatkan sedikitnya 7 korban tewas dan 40 lebih korban terluka.

Respons pertama Trump terhadap peristiwa itu adalah berupa retweet dari sebuah laman berita yang dikenal pemburu sensasi dan partisan, ketimbang menjunjung reportase yang akurat. Retweet Trump itu dikecam banyak kalangan karena dianggap tidak sensitif terhadap korban teror.

Dikutip dari laman The Guardian, respons kedua Trump lebih parah lagi. Via Twitter dia menulis, “Kita mesti cerdas, tegas dan keras. Kita butuh pengadilan yang mengembalikan hak-hak kita. Kita butuh Travel Ban (larangan berkunjung) sebagai level keselamatan ekstra.”

Cuitan itu memicu kritik dari banyak kalangan karena dianggap memanfaatkan penderitaan orang lain untuk mempromosikan kebijakannya sendiri.

Daniel Drezner, profesor politik pada Fletcher School of Law and Diplomacy, Universitas Tufts, menyebut sang presiden sebagai “pelacur yang menduduki kekuasaan yang tidak dimengertinya.”

John Horgan, psikolog dan pakar teroris pada Georgia State University, menyebut Trump pemimpin oportunis (Opportunist-in-Chief).

Setelah muncul kecaman dan kritik, Trump lalu memposting cuitan yang lebih simpatik, “Apa pun yang dapat dilakukan Amerika Serikat untuk membantu London dan Inggris. Kami Bersama Kalian. Tuhan Memberkati!”

Setelah cuitan ketiga, Wakil Presiden Mike Pence menimpali “doa kami bersama para korban.” Sedangkan Ketua DPR dari Partai Republik, Paul Ryan, berkata, “Kita berdiri tegak bersama dengan sahabat-sahabat kita di London dan teriring doa untuk para korban. Teror dan kebencian tidak akan pernah menang.”

Pesan relatif sama disampaikan Chuck Schumer, ketua faksi Demokrat di Senat, yang juga mendoakan para korban teror di London itu.

Heather Nauert, juru bicara Departemen luar negeri AS, mengatakan bahwa Amerika mengutuk serangan pengecut yang menargetkan warga sipil tak berdosa di London malam itu.

“Semua orang Amerika berdiri dalam solidaritas dengan orang-orang di Inggris,” ujarnya.