Polri Tiga Kali Dapat Predikat WTP dari BPK, Ini Harapan Kapolri

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian /Foto: Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Polri kembali mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam pengelolaan keuangan Polri. Apalagi predikat WTP tersebut telah diterima Polri untuk ketiga kalinya.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, predikat WTP tersebut sangat berharga bagi Polri. Pasalnya, dengan predikat tersebut, Polri dianggap mampu mengelola keuangan dengan baik.

“Ini (predikat WTP) sangat bermanfaat bagi kami, artinya Polri dianggap mampu mengelola uang negara yang diamanatkan kepada kami,” ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/6).

Tito juga menjelaskan, selama tahun 2016, Polri mendapatkan alokasi dana sebesar Rp73 triliun. Untuk pengelolaan dana tersebut, lanjut Tito, dilakukan dengan sistim desentralisasi.

“Di Polri, anggaran sebanyak Rp73 triliun itu, sudah terjadi desentralisasi pengelolaan keuangan. Dengan desentralisasi seperti itu kita lebih mudah mempertanggungjawabkan anggaran, jadi diserahkan kepada lebih dari 1.300 Satker (satuan kerja),” katanya.

Dengan pengelolaan anggaran yang baik, Tito percaya hal tersebut akan berimbas baik bagi Polri sendiri. Ia berharap dengan predikat WTP tersebut, pemerintah dapat memberikan kesejahteraan lebih kepada anggota Polri

“Jadi otomatis nanti Pemerintah, Presiden, Menteri Keuangan percaya bahwa Polri bisa mengelola anggaran. Sehingga kami harapkan kedepan kami bisa mendapatkan reward, dalam bentuk tunjangan kinerja anggaran yang lebih baik, dalam rangka kepentingan kebaikan Polri,” tuturnya.

Sementara itu, anggota I BPK Agung Budi Sampurna mengatakan, kebijakan desentralisasi anggaran Polri merupakan hal yang positif. Pasalnya dengan begitu, akan memudahkan pengawasan dan pelaksanaan anggaran.

“Kalau dulu, Polri menggunakan apa yang namanya otorisasi internal, jadi tersentralisasi, sekarang kan sudah desentralisasi, jadi lebih mudah untuk diawasi,” kata Agung.