Ketua DPR Apresiasi MUI Keluarkan Fatwa Pedoman Penggunaan Medsos

Ketua DPR Setya Novanto/Foto: sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Ketua DPR RI Setya Novanto mengapresiasi langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah mengeluarkan fatwa mengenai pedoman menggunakan media sosial agar terhindar dari keributan antar sesama anak bangsa.

“Respons atas dinamika sosial yang ditunjukkan oleh Majelis Ulama Indonesia, sangat memberi pesan positif bagi kehidupan sosial-kemasyarakatan, khususnya dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara‎,” kata Novanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/6).

MUI sendiri mengeluarkan fatwa yang mengharamkam 5 hal dalam rangka interaksi/muamalah di media sosial. Pertama, larangan tersebut terkait dengan perilaku gibah (membicarakan keburukan/aib orang), namimah (adu domba) dan penyebaran permusuhan.

Kedua, perilaku bullying, ujaran kebencian, permusuhan atas dasar suku, agama dan ras atau antara golongan.

Ketiga, menyebarkan hoax serta informasi bohong meski dengan tujuan baik; Keempat, menyebarkan materi pornografi/kemaksiatan; Kelima, menyebarkan konten yang tidak benar dan tidak sesuai pada tempatnya.

“Menurut saya, kelima hal ini memang sesuai dengan prinsip, ajaran dan nilai yang dikandung oleh ajaran keagamaan, khususnya Islam,” ujar dia.

Novanto menambahkan, sebagai organisasi panutan, Fatwa MUI tersebut merepresentasikan dirinya sebagai organisasi Islam yang betul-betul mencontohkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai agama yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai yang sejatinya senantiasa merangkul, mengayomi, menyejukkan serta meneduhkan jiwa dan hati, dengan ajaran dan ‘rambu-rambu’ agar kita senantiasa berada dijalan yang benar,” tuturnya.

Menurutnya, fatwa MUI tersebut, semakin menegaskan jati diri keislaman yang sesungguhnya. Islam yang menyebarkan kedamaian dan ketenangan. Islam yang menghargai perbedaan dan memandangnya sebagai realitas yang harus diterima.

“Islam yang mengambil sikap tegas atas segala bentuk perilaku yang meresahkan, menyesatkan dan meruntuhkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa,” tutur Novanto.

‎Lebih lanjut, Novanto menerangkan, fatwa MUI yang dikeluarkan bersamaan dengan suasana Bulan Suci Ramadhan juga semakin menambah kekhusyukan Umat Islam dalam rangka menjalankan ibadah puasa dan amaliyah lainnya, demi menggapai kesucian dan fitrah.

“Semoga dengan peran MUI yang semakin representatif, akomodatif dan responsif akan memperkuat sendi-sendi yang mampu menopang persatuan dan kesatuan bangsa,” tutup Novanto.