Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi Tanggal 22 Sampai 24 Juni

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan saat mengecek kesiapan arus mudik di Bekasi, Selasa (6/6). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Bekasi, Sayangi.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan memperkirakan,  puncak arus mudik terjadi pada tanggal 22 sampai 24 Juni mendatang. Oleh karena itu, pihaknya akan membuat 102 titik pengamanan di sepanjang jalur mudik reguler.

“Di sepanjang jalur reguler ada 102 titik pemantauan yang kita siapkan dan ada  204 personel yang kita terjunkan untuk berjaga,” ujar Iriawan saat mengecek jalur mudik di Bekasi, Selasa (6/6).

Jalur reguler ini, lanjut Iriawan, memang menjadi perhatian pihak kepolisian. Pasalnya, pemudik bermotor, biasanya akan berangkat melalui jalur Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu).

”Kesiapan mereka mudik akan kita lihat, kalau melebihi kapasitas kita tertibkan dan dipindahkan ke bus,” tuturnya.

Iriawan juga memastikan, akan melakukan patroli rutin di jalur mudik, baik patroli roda dua maupun roda empat. Selain itu, ia juga mengimbau kepada para pemudik agar mudik menggunakan transportasi umum, atau dengan program yang sudah disiapkan oleh pemerintah.

“Pemudik juga lebih aman dan mendapatkan istirahat lebih banyak dibanding harus berkendara sendiri. Selain itu berkendara sendiri juga rentan mengalami kelelahan, sehingga lebih rentan kecelakaan,” urainya.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini juga menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait mengenai fasilitas di check poin sepanjang jalur mudik. Sehingga di check poin tersebut dilengkapi dengan peralatan kesehatan, dokter, bengkel, refleksi, makanan dan minuman, serta toilet.

“Untuk memberikan fasilitas dimana para pemudik akan berhenti. Kami menyediakan fasilitas ini di tiga check point di wilayah Polda Metro Jaya,” pungkasnya.