Rachmawati Sebut Amandemen UUD 45 buat Konstitusi Jadi Liberal Kapitalistik

Rachmamawati Soekarnoputri saat bicara dalam peringatan Hari Lahir Bung Karno di Kampus UBK, Jakarta, Selasa (6/6). (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – Putri Proklamator RI Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri mengaku prihatin dengan diamandamennya UUD 1945 mulai dari tahun 1999 hingga 2002 sebanyak empat kali. Menurutnya, hal itu bukan saja mengamandemen, itu sama dengan merubah atau mengganti konstitusi RI.

“Sekarang ini kita prihatin bahwa mulai tahun 1999 ada empat kali amandemen. Ini bukan amandemen saya bilang, ini merubah konstitusi kita, karena berbeda sekali,” kata Rachma saat bicara dalam peringatan Hari Lahir Bung Karno bertajuk ‘Aktualisasi Pancasila, Bukan Hanya Kata’, di Kampus UBK, Jakarta, Selasa (6/6).

Menurut Rachma, UUD 1945 mencerminkan sosialisme ala Indonesia. Namun setelah diamandemen, berubah drastis menjadi liberal kapitalistik.

“Dan bentuk radikal dari liberal kapitalisme ini adalah pasar bebas,” ungkap pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno itu.

Menurut Rachma, Pancasila itu harus diikuti dengan UUD 1945, Sosialisme ala Indonesia, Demokrasi terpimpin, Ekonomi terpimpin dan Kepribadian nasional (USDEK).

“Pancasila dan UUD 45 tak bisa dipisahkan satu sama lain. Itulah Pancasila ala Soekarno. Jadi kalau ada yang nyebut pilar, ada yang nyebut aku Pancasila, justru itu berlawanan dengan Pancasila itu sendiri,” tandasnya.