Polisi Perancis Melumpuhkan Penyerang Polisi Di Gereja Notre Dame

Pelaku penyerangan polisi dengan palu di arena luar Katedral Notre Dame di Paris berhasil dilumpuhkan. Foto Daily Mail.co.uk

Paris,Sayangi.com – . Bangunan gereja Notre Dame merupakan  salah satu ikon wisata Prancis yang selalu ramai dikunjungi turis lokal atau turis mancanegara.

Ikon wisata dan bangunan yang banyak dikunjungi orang akhir akhir ini menjadi incaran para teror. Selasa petang waktu setempat (6/6) polisi Prancis menembak laki-laki yang menyerang polisi Paris dengan memakai palu di area luar Gereja Notre Dame.

Pelaku  penyerangan akhirnya diketahui bersenjatakan pisau dapur, berhasil dilumpuhkan polisi pasca membuat teror membuat pengunjung diluar  Gereja Notre Dame ketakutan.

Ratusan orang berhambur meninggalkan gereja dan kafe-kafe terdekat saat sekitar 100 polisi mengepung lokasi.

Sekitar 900 orang di dalam gereja diperintahkan untuk duduk dan meletakkan tangan mereka saat polisi menyelidiki serangan oleh mahasiswa Algeria terhadap polisi.

Satu orang saksi di tempat kejadian mengatakan di Twitter bahwa dia berada di dalam gereja dan bisa mendengar suara sirene di luar. Dia kemudian mengatakan bahwa pejabat tidak membiarkan orang masuk atau keluar dari katedral.

Di lansir dari the the guardians (6/6) Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerard Collomd,menyatakan, laki-laki penyerang yang dari kartu identitasnya diduga adalah mahasiswa Algeria. Para saksi di tempat kejadian mengatakan saat pelaku saat dia menyerang polisi ( 22 tahun) dengan senjata tajam,sambil berteriak “Ini untuk Suriah.

Pasca insiden Collomb juga mendatangi lokasi kejadian,kurang lebih jarak 50 meter dari lokasi itu,ia berdialog dengan polisi yang terlibat dalam serangan itu. Dia katakan,pelaku mendekati polisi dan dia melakukan serangan dari belakang, sekitar pukul 4.20 petang Selasa.

Ia menyerang polisi dengan menggunakan palu yang ia ambil palu dari tas punggungnya. Kemudian memukulkan palu itu ke kepala salah satu polisi yang tengah berpatroli itu.

“Rekan polisi itu kontan menembak dia untuk mencegah rekannya terluka lebih parah. Jika dia tidak bereaksi begitu, rekannya bisa lebih parah. Adapun laki-laki penyerang itu terluka tembak dan kini dirawat,” kata Collomb.

Collomb katakan, “Sekali lagi polisi dan petugas keamanan di negara kami sebagaimana di belahan lain Eropa, menjadi korban penyerangan atas nama ideologi kriminal. Kami melihat di sini ada terorisme yang canggih hingga yang bersenjata benda-benda yang sangat biasa kita pergunakan sehari-hari,” kata dia.

“Penyerang diduga seorang mahasiswa dari Algeria, membawa kartu yang bisa kami verifikasi otentisitasnya,” kata dia.

Collomb juga mengatakan, pemerintah tengah pertimbangkan  lagi kondisi darurat keamanan nasional sebagaimana pernah diberlakukan setelah pemboman dan penembakan massal di Paris pada November 2015 yang menewaskan 130 orang sipil.

“Pertarungan melawan terorisme adalah prioritas bagi presiden republik ini,” Pertemuan para petinggi di bidang pertahanan akan digelar Rabu ini (7/6) di Istana Elysee,Paris,imbuhnya.