Mengenal Benzodiazepin, Pemicu Halusinasi Vionina Hingga Lakukan Aksi Bugil

Jakarta, Sayangi.com – Kanit Reskrim Polsek Taman Sari Kompol Bintoro mengatakan, hasil awal pemeriksaan terhadap Vionina Magdalena (26) yang melakukan aksi bugil di fasilitas publik baru-baru ini menyatakan bahwa Vionina mengalami halusinasi dan positif menggunakan Benzodiazepin.

“Dia halusinasi, katanya ada yang nuntun ke sana. Sudah dilakukan tadi bersama dengan Polda Metro Jaya direktorat narkoba. Untuk hasilnya negatif narkoba, tetapi positif untuk benzo (benzodiazepine) atau obat penenang,” kata Kanit Reskrim Polsek Taman Sari Kompol Bintoro, Selasa (6/6/2017).

Melansir laman WebMd, Benzodiazepine merupakan jenis obat yang memiliki efek sedatif atau menenangkan. Obat ini lazimnya digunakan untuk pasien gangguan kejiwaan yang mengalami gangguan kecemasan, gangguan panik, insomnia hingga kejang-kejang.

Beragam jenis obat benzodiazepine yang dikenal antara lain adalah chlordiazepoxide, diazepam, alprazolam, triazolam, dan estazolam. Masing-masing obat ini memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda.

Xanax misalnya, salah satu merk dagang alprazolam ini pernah dikonsumsi oleh aktris Marshanda yang diduga mengidap gangguan bipolar beberapa waktu lalu. Obat dengan kandungan alprazolam memiliki fungsi untuk meredakan serangan panik dan rasa cemas yang dialami pasien gangguan kecemasan. Lain halnya dengan diazepam, obat dengan efek sedatif yang kuat ini biasa digunakan untuk mengatasi insomnia, kejang-kejang dan juga kecanduan alkohol.

Seluruh obat golongan benzodiazepine merupakan obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dan pengawasan dokter. Mengonsumsi obat golongan ini dapat mempengaruhi sistem saraf di otak dan memberikan efek penenang sehingga insonmia, gelisah, cemas dapat diatasi. Hindari mengonsumsi obat ini dalam jangka waktu lama karena obat ini dapat menyebabkan ketergantungan atau kecanduan.

Efek samping yang sering muncul dari mengonsumsi obat golongan benzodaizepines, antara lain mudah lupa dan merasa binggung, bersikap agresif atau menjadi pemberani, merasa lemas, mengantuk dan pusing, sakit kepala, gangguan fungsi kordinasi atau keseimbangan, gangguan penglihatan, penurunan kesadaran, dan gejala depresi.

Ketergantungan atau kecanduan obat ini menyebabkan kebutuhan dosis yang lebih besar untuk memeberikan efek yang sama seperti pertama kali minum. Saat tidak minum obat ini mungkin gejala yang dapat muncul seperti badan berkeringat, merasa cemas atau panik, mual, nyeri kepala, kepala terasa ringan, insonmia, halusinasi (melihat, mendengar atau merasakan sesuatu yang tidak nyaa karena panca indera terangsang), kejang, dan iritabilitas atau emosi tidak stabil.

Gejala-gejala di atas dapat diatasi dengan menurunkan konsumsi obat ini secara perlahan atau dengan obat buspirone atau flumazenil yang dapat digunakan untuk mengatasi overdosis obat golongan benzodiazepin juga. Dengan mengatasi ketergantungan obat ini dan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis jiwa atau psikiater diharapkan kondisi menjadi lebih baik. Dokter juga dapat mengatasi penyebab dasar dari insomnia, gelisah dan gejala lainya yang Anda rasakan dengan melakukan konseling.