Tolak Radikalisme Agama, Polres Bogor Gelar Diskusi dan Buka Puasa Bersama Ulama

Suasana diskusi Bahaya Terorisme dan Radikalisme Agama di Mapolres Bogor dilanjutkan acara buka puasa bersama pada Rabu (7/6) sore.

Cibinong, Sayangi.Com– Kepolisian Resort (Polres) Bogor, Rabu (7/6) sore, menggelar acara buka puasa bersama pengurus MUI dan ulama se-Kabupaten Bogor sekaligus diskusi bertema “Bahaya Terorisme dan Radikalisme Agama” di aula Divia Cita Mapolres Bogor, di Cibinong, Jawa Barat.

Dalam acara yang dihadiri oleh 211 ulama tersebut, Polres Bogor juga menghadirkan dua orang mantan narapidana teroris binaan Densus 88, yakni BM (salah satu pelaku Teror BOM di Polres Cirebon) dan UM (anggota kelompok teror Oman Abdurahman), serta salah seorang pengungsi dari Irak yang memberikan testimoni tentang bahaya radikalisme dan kejahatan Terorisme yang dilakukan ISIS.

Foto mantan napi teroris dan pengungsi dari Irak itu, sengaja dikaburkan wajahnya untuk melindungi keselamatan mereka dari kemungkinan tindak kekerasan oleh anggota kelompok radikal yang tidak senang dengan testimoni mereka tentang bahaya terorisme dan radikalisme agama.

Acara yang dihadiri oleh Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky dan Ketua MUI Bogor KH Ahmad Mukri Aji tersebut, dirangkai dengan penayangan video berisi contoh-contoh ujaran kebencian dan gambaran kehancuran di Suriah akibat perang selama sekitar 6 tahun.

Di akhir acara, Kapolres Bogor menyerahkan secara simbolik buku “Panduan Bahaya Terorisme dan Radikalisme Agama” kepada Ketua MUI Bogor KH Mukri Aji.

Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky menyerahkan buku Panduan Bahaya Terorisme dan Radikalisme Agama kepada Ketua MUI Bogor KH Mukri Aji.

Andi Moch Dicky berharap, kegiatan diskusi serta pemberian buku panduan bahaya terorisme dan radikalisme agama tersebut dapat menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Bogor.

Sementara itu, KH Mukri Aji mendukung penuh upaya yang dilakukan Polres Bogor dan menyatakan bahwa pada Ijtima 2.000 ulama Kabupaten Bogor yang akan dilaksanakan pada 13 Juni 2017 mendatang, akan memasukkan poin penegasan menolak terorisme termasuk ISIS, radikalisme agama, serta menolak hoax dan ujaran kebencian.