Krisis Qatar: Erdogan Siap Pasok Makanan,Trump Tawarkan Bantuan Tangani Krisis

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Dan Pemimpin Qatar Emir Sheikh Tamim bin Hamad al Thani.Foto You Tube
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Dan Pemimpin Qatar Emir Sheikh Tamim bin Hamad al Thani.Foto You Tube

Ankara,Sayangi.com– Turki memberi dukungan sekutunya Qatar pada hari Rabu (7/6) waktu setempat, dengan menempatkan pasukan tambahan Turki ke Teluk Arab yang telah terjadi perselisihan berat dengan tetangganya di Timur Tengah. karena saingan Arab memotong jalur transportasi dan jalur pasokan.

Langkah Turki tersebut berpotensi menempatkan Ankara pada jalur tabrakan dengan Riyadh karena ketegangan meluas atas upaya yang dipimpin Saudi untuk mengisolasi Qatar.

Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, Senin lalu (6/6), dan kemudian menutup ruang udara mereka dari penerbangan komersial, karena menganggap Qatar telah mendanai kelompok-kelompok militan. Qatar sudah tentu membantah keras tudingan itu.

Recep Tayyip Erdogan, presiden Turki, mengatakan bahwa salah menerapkan sanksi terhadap Doha. pengucilan Qatar tidak akan menyelesaikan masalah apa pun. yang kita tahu Qatar telah berperang sangat efektif melawan kelompok teroris,” katanya.

Dilansir dari laman Ft.com (8/6) Parlemen Turki mengadopsi sebuah undang-undang pada hari Rabu malam waktu setempat untuk mengizinkan tentara Turki ditempatkan di tanah Qatar.

Pejabat Turki sangat ingin menekankan bahwa negara tersebut ingin dipandang netral dalam perselisihan ini. “Kami merasa Qatar dan Arab Saudi sangat dekat dan kami tidak ingin membedakan keduanya dan berpihak,” kata seorang pejabat senior Turki. Dia juga menambahkan, bagaimanapun, bahwa Turki “tidak akan membiarkan Qatar dipukuli”

Stok Gandum di Qatar masih cukup setahun.Foto Getty Image
Stok Gandum di Qatar masih cukup setahun.Foto Getty Image

Sementara itu, lembaga eksportir utama Turki menyatakan siap memenuhi permintaan pasokan makanan dan air dari Qatar, setelah seorang pejabat Qatar menyatakan negaranya sudah berbicara dengan Turki dan Iran untuk memastikan gangguan perdagangan tidak menciptakan kelangkaan.

Para eksportir gandum menyatakan Qatar membutuhkan segera pasokan tepung. “Qatar baru-baru ini membeli sekitar 20.000 ton tepung Rusia yang menurut perkiraan saya sudah sampai beberapa hari terakhir atau akan tiba beberapa hari mendatang,” kata seorang pengusaha gandum Eropa.

Presiden kamar dagang dan industri Qatar sudah menyatakan negaranya memiliki cadangan makanan yang cukup untuk satu tahun ke depan. “Tak akan ada kelangkaan pangan dan produk lain, mengingat 95 persen impor Qatar datang dari udara dan laut,” kata Sheikh Khalifa bin Jassim al-Thani, presiden Kadin Qatar.

Presiden Donald Trump telah berbicara melalui telepon dengan emir Qatar, Sheikh Tamin bin Hamad Al Thani. Foto Livemint
Presiden Donald Trump telah berbicara melalui telepon dengan Pemimpin Qatar, Sheikh Tamin bin Hamad Al Thani. Foto Livemint

Setelah awalnya memberikan dukungannya pada larangan Arab Saudi di Qatar, mendadak Presiden AS Donald Trump memanggil Tamim bin Hamad, pemimpin Qatar, pada hari Rabu untuk mendesak solusi yang dinegosiasikan di antara negara-negara Teluk. Trump menawarkan “untuk membantu para pihak menyelesaikan perbedaan mereka, termasuk melalui pertemuan di Gedung Putih jika diperlukan”.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu waktu setempat, mengulurkan bantuan untuk mengatasi krisis diplomatik yang kian memburuk antara Qatar dan negara-negara Arab lainnya, di tengah upaya Uni Emirat Arab mengembargo ekonomi Qatar atas dugaan dukungan negara Teluk ini kepada terorisme.

Dilansir dari Arabnews (8/6) Presiden Donald Trump telah berbicara melalui telepon dengan emir Qatar, Sheikh Tamin bin Hamad Al Thani. Menurut seorang pejabat AS yang tidak berwenang untuk membahas rincian tentang apa yang mereka bicarakan.

Hanya sedikit yang ia sampaikan bahwa Trump mendesak aksi melawan terorisme saat menyeru pemimpin Qatar Emir Sheikh Tamim bin Hamad al Thani.

Namun hal ini merupakan kontak pertama yang diketahui antara Trump dan penguasa Qatar sejak sebuah krisis diplomatik meletus di Teluk Arab awal pekan ini. Trump mendesak aksi melawan terorisme saat menyeru pemimpin Qatar Emir Sheikh Tamim bin Hamad al Thani.

Panggilan tersebut menunjukkan bahwa Trump mungkin memainkan peran mediasi yang signifikan dalam krisis tersebut.

Foto DNA India
Foto DNA India

Pada hari Selasa,(5/6) Trump telah bertemu dengan Raja Salman dari Arab Saudi di Gedung Putih. Dalam pertemuan tersebut Trump menekankan perlunya persatuan di antara negara-negara Teluk Arab kepada Raja Salman.

“Trump menawarkan bantuan kepada para pihak untuk mengatasi perbedaan di antara mereka, termasuk melalui pertemuan di Gedung Putih seandainya diperlukan,ungkapnya.

Sumber: www.ft.com dan lainnya

 

 

.