JPU Cabut Banding, Apa Kata Pengacara Ahok?

Ilustrasi / Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Setelah sebelumnya ‘keukeuh’ tetap mengajukan banding atas putusan majelis Hakim kasus penistaan agama yang memvonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 2 tahun penjara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya resmi mencabut banding atas putusan tersebut.

Menanggapi hal itu, tim kuasa hukum Ahok menganggap keputusan tersebut adalah hal wajar yang terjadi dalam dunia peradilan. Terlebih apa yang dilakukan JPU tersebut memang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Tanggapan kita, itu sesuatu yang normal. Artinya dia punya hak digunakan, dia punya pertimbangan lain dicabut (banding),” kata tim kuasa hukum Ahok, I Wayan Sudhirta saat dihubungi wartawan, Kamis (8/6).

Sudhirta mengatakan, dengan dicabutnya banding oleh JPU, artinya keputusan Majelis Hakim yang memvonis kliennya pada 9 Mei lalu itu telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Alhasil, mantan Bupati Belitung tersebut kini telah resmi berstatus narapidana.

“Nanti kan berkasnya (pencabutan banding) dikirim ke Pengadilan Tinggi DKI, dan dikembalikan lagi ke PN Jakarta Utara dan sudah punya kekuatan hukum pasti (tetap),” tutur Sudhirta.

Meaki demikian, pihaknya mengaku tak menyesal telah mencabut banding terlebih dahulu atas putusan Majelis Hakim yang membuat kliennya harus mendekam selama dua tahun di balik jeruji besi.

“Kan nggak masalah kita mencabut (banding). Itu kan bukan keputusan yang mudah, itu pahit. Tapi kalau itu baik untuk bangsa Pak Ahok mau mengalah,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi, memastikan pihak kejaksaan telah mencabut banding perkara penodaan agama dengan terpidana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Betul itu, sudah dicabut jaksa tanggal 6 Juni,” tutur Hasoloan, Kamis (8/6). (iy)