Kesigapan Kapolres Malang Gerebek Pabrik Beras Oplosan Diapresiasi

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat memimpin penggerebekan pabrik pengolah beras oplosan dicampur bahan kimia berbahaya, pada Senin (5/6) lalu. Foto: Istimewa

Malang, Sayangi.com – Langkah sigap Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung beserta jajarannya yang melakukan penggerebekan pabrik pengoplos beras di kabupaten Malang mendapatkan apresiasi. Apresiasi ini di antaranya tersebar luas di media sosial sehingga menjadi viral.

Penggerebekan itu terjadi pada Senin (5/6/2017) lalu. Dalam penggerebekan itu, tim Pangan Polres Malang menduga bahwa pabrik pengolah beras dan minyak goreng di Desa Pringu, Kecamatan Bululawang menggunakan bahan kimia berbahaya. Menurut AKBP Yade Setiawan Ujung, pihaknya menemukan beras sudah diolah dan siap diolah diduga menggunakan bahan kimia dalam gudang pabrik mencapai 140 – 150 ton.

Bahan kimia itu digunakan untuk memutihkan beras, menghaluskan beras, dan menghilangkan kutu. Dengan proses tak wajar itu, beras hasil olahan pabrik disulap menjadi beras ‘premium’ yang harganya sangat mahal.

“Atas temuan tersebut kami akan kirim bahan kimia yang digunakan pabrik pengolah beras ke labfor Polda Jatim. Ada kandungan berbahaya jika dikonsumsi manusia atau tidak dari bahan kimia tersebut,” kata Yade yang memimpin langsung penggerebekan pabrik pengolah beras.

Menanggapi hal itu, Ketua Presidium kaukus Pemuda Malang Muhlis Ali mengapresiasi langkah Kapolres Malang tersebut. Menurutnya, penggerebekan yang dilakukan Polres Malang sangat positif. Pasalnya pengoplosan beras yang menggunakan bahan kimia tersebut sangat meresahkan masyarakat.

“Langkah Polres Malang yang dipimpin Pak Yade Setiawan telah menyelamatkan jutaan jiwa manusia karena begitu bahayanya dampak beras oplosan yang dicampur dengan bahan kimia terhadap kesehatan dan jiwa manusia,” kata Mukhlis dalam keterangannya kepada Sayangi.com, Jumat (9/6).

Muhlis juga mendukung aparat kepolisian di kabupaten Malang untuk menindak tegas pelaku pengoplos beras yang menggunakan bahan kimia tersebut. Menurutnya, dengan tindakan tegas diharapkan ada efek jera sehingga mereka tidak lagi melakukan hal yang sama di kemudian hari.

“Harus ditindak tegas. Kami sangat mendukung demi keselamatan masyarakat masyarakat. Jelas masyarakat resah, karena beras kotor, berkutu, tetapi karena diberi bahan kimia berbahaya jadi kelihatan berkualitas. Padahal sangat membahayakan,” tegasnya.

Muhlis juga menyarankan agar kepolisian-kepolisian di daerah lain juga mengantisipasi praktik-praktik penipuan dengan melakukan pengoplosan beras dan bahan-bahan pokok lainnya yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Saya kira ini juga perlu dilakukan kepolisian-kepolisian di daerah lain untuk mengantisipasi adanya aksi para penipu yang tidak memikirkan dampak bahayanya yang penting mereka untung saja. Penipuan model begini sangat mungkin bukan hanya beras, tetapi sembako-sembako lainnya,” jelas mantan Ketua DPP KNPI tersebut.