Kapolri: Kritik Mahasiswa Diperlukan, Tapi Demo Jangan Menabrak Rambu Hukum

Kapolri Tito Karnavian saat memberi sambutan pada acara buka puasa bersama BEM se-Jabodetabek, Jumat (9/6) /Foto: Tri Setyo

Jakarta, Sayangi.com– Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengadakan acara buka puasa bersama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek, di rumah dinasnya, di Jalan Patimura, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (9/6).

Dalam sambutannya, Tito Karnavian mengemukakan peran strategis mahasiswa dan pemuda dalam berbagai tonggak perubahan negeri.

“Dari peristiwa Boedi Oetomo, Sumpah Pemuda hingga Proklamasi Indonesia ada peran pemuda didalamnya. Sedangkan elemen terpenting dari pemuda adalah mahasiswa,” kata Tito.

Sebagai intelektual muda dan agen perubahan bangsa, Tito memahami bahwa mahasiswa adalah kelompok pemuda yang kritis. Menurutnya, hal itu penting karena tanpa kritik dari mahasiswa, negara bisa jadi berjalan tanpa kontrol.

“Kritik dari mahasiswa menjadikan terciptanya balance of power,” kata Kapolri.

Karena itu, kata Tito, kepolisian tidak anti terhadap aksi demonstrasi yang biasa dilakukan mahasiswa. Namun, ia berharap mahasiswa dapat melaksanakan demonstrasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Saya tidak mengatakan rekan mahasiswa tidak boleh demo, tidak, yang tidak boleh itu melakukan aksi dengan menabrak rambu hukum. Jangan sampai mengganggu publik, jangan merampas hak orang lain, tidak boleh menyinggung SARA, tidak boleh mengancam keamanan negara,” urainya.

Tito meminta mahasiswa ikut menjaga stabilitas keamanan bangsa. Karena dengan stabilitas keamanan, otomatis pertumbuhan ekonomi akan naik dan kesejahteraan bangsa akan meningkat.

“Di pemerintahan saat ini, pertumbuhan ekonomi konstan diatas 5 persen. Jika kondisi ini terus berjalan, tahun 2035 ekonomi kita bisa menjadi terkuat ke-5 di dunia dan tahun 2050 dapat menjadi yang paling kuat ke-4 di dunia. Syaratnya ada stabilitas keamanan, ini kita serahkan ke adik-adik mahasiswa semua. Jadi kalau ada aksi, aksilah yang positif, jangan destruktif,” ujarnya.

Tindak Lanjut Safari ke Kampus

Acara buka puasa bersama ini juga dihadiri oleh aktivis senior Bursah Zarnubi, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Iwan Kurniawan, Kaporles Jakarta Barat Kombes Pol Roycke Harry Langie, Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto, Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri Irjen Pol Bambang Sunarwibowo, dan Wakabaintelkam Polri Brigjen Pol Lucky Hermawan.

Bursah Zarnubi, selaku Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) mengatakan, acara buka puasa bersama Kapolri dan mahasiswa merupakan tindak lanjut dari safari Kapolri ke lebih dari 20 kampus perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Menurut Bursah, acara ini bertujuan mendekatkan hubungan Polri dengan mahasiswa. Hal tersebut menurutnya penting, karena dengan terjalinnya hubungan yang akrab, maka konflik mahasiswa dan Polri dapat diminimalisir.

“Kapolri mendukung mahasiswa agar lebih solid memajukan bangsa ini. Mahasiswa dapat mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasinya, jangan gebuk-gebukan lagi,” katanya.

Ditempat yang sama, perwakilan dari BEM se-Jabodetabek Zulkifli Ali mengapresiasi langkah Tito yang seringkali hadir dalam acara diskusi mahasiswa. Karena sepengetahuannya, hanya Tito lah Kapolri yang sering hadir di acara mahasiswa.

“Kami bangga punya Kapolri seperti Pak Tito. Kami berharap Pak Tito bisa menjalankan tugas sebaik mungkin,” tutur Zulkifli.

Zulkifli juga meminta semua pihak untuk kembali memahami nilai-nilai pancasila, sebagai falsafah kehidupan berbangsa. Menurutnya, tindak intoleran, terorisme dan radikalisme yang terjadi akhir-akhir ini karena kurangnya pemahaman nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

“Nilai Pancasila itu murni dan tidak bisa diutak-atik, Pancasila adalah perekat antar anak bangsa. Ini menjadi tanggung jawab mahasiswa dan Kapolri hadir di masyarakat untuk kembali menanamkan nilai Pancasila ditengah masyarakat,” paparnya.

Usai buka puasa bersama, acara dilanjutkan dengan Salat Magrib dan Tarawih berjamaah antara Kapolri dan mahasiswa.