Sudah Inkrah, Penasehat Hukum Berharap Ahok Tetap Ditahan di Mako Brimob

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Jakarta, Sayangi.com – Jaksa Penuntut Umum kasus penodaan agama dengan terpidana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencabut banding atas putusan majelis hakim pengadilan negeri Jakarta Utara. Sebelumnya penasehat hukum dan keluarga Ahok juga sudah mencabut permohonan banding atas vonis dua tahun penjara itu.

Dengan dicabutnya permohonan banding ini, status narapidana resmi telah melekat kepada Ahok. Karena kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Meski sudah memiliki kekuatan hukum tetap, saat ini Ahok belum dikembalikan ke LP Cipinang. Salah satu penasehat hukum Ahok, I Wayan Sudirta mengatakan, sebab Ahok masih ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua adalah karena faktor keamanan. Wayan menilai seorang Ahok tidak bisa dijamin keamanannya jika ditahan di Cipinang.

“Kalau di LP Cipinang itu kita belum tahu bagaimana. Karena Pak Ahok itu kan anti korupsi, kalau anti korupsi itu kan bisa jadi musuh rame-rame, banyak orang lah,” kata Wayan saat dihubungi, Sabtu (10/6).

Selain itu, lanjut Wayan, pada awalnya, salah satu alasan pemindahan dari Cipinang karena ada ancaman-ancaman terhadap Ahok.

“Jadi sebaiknya jaminan keamanan harus betul-betul terjaga. Seperti yang dikatakan Menkumham. Harapan kita seperti itu,” terang Wayan.

Meski demikian, lanjut Wayan, pihak penasehat hukum tetap berharap Ahok tetap ditahan di Mako Brimob saja. Pasalnya, sudah terbukti sebelumnya di Cipinang tidak aman untuk Ahok.

Kalau bisa sih kita harapkan di tempat yang sama. Kalau di Cipinang kan sudah terbukti dulu tidak aman kan.

“Harapan penasehat hukum tetap di Mako Brimob, kalau aturan memungkinkan. Kalau alternatif lain belum bisa kita bayangkan. Tapi kalau yang di mako brimob kan sudah terbukti aman di sana. Jadi kalau bisa di sana kan bagus gitu, Intinya faktor keamanan,” tukasnya.