Pemerintah RI Diminta Bersikap Netral Terkait Konflik Saudi-Qatar

Pengamat Timur Tengah dan Peneliti LIPI Hamdan Basyar (pojok kanan) di sebuah acara diskusi di Menteng, Sabtu (10/6). (Foto:Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Negara-negara Timur Tengah kompak memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, hal tersebut dimulai oleh Arab Saudi dan diikuti oleh beberapa negara Timur Tengah lainnya. Pemutusan hubungan diplomatik itu terjadi karena Qatar dituduh mendukung kelompok teroris.

Menanggapi hal tersebut, pengamat Timur Tengah M. Hamdan Basyar mengimbau pemerintah mengambil sikap netral atas pemutusan diplomatik tersebut. Pasalnya, selama ini hubungan Indonesia dengan Qatar dan Arab Saudi sudah terjalin akrab dan saling menguntungkan.

“Secara ekonomi kita juga butuh kedua-duanya, Qatar walaupun negara kecil tapi dipandang strategis secara ekonomi. Posisi kita sebaiknya netral,” ujar Hamdan di sebuah acara diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (10/6).

Peneliti LIPI ini juga menerangkan bahwa bila Indonesia mengambil sikap memihak Qatar, seperti yang diambil Turki, akan merugikan Indonesia sendiri. Apalagi, Arab Saudi adalah negara tujuan calon jemaah Haji setiap tahunnya.

“Salah satu negara dengan jamaah Haji terbesar adalah Indonesia. Bisa dibayangkan, apabila bermasalah dengan Saudi tidak bisa mengirimkan jamaah seperti Iran tahun lalu,” tuturnya.

Lebih jauh Hamdan juga mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah melalui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurutnya, langkah JK yang meminta konflik diplomasi Qatar dan negara Timur Tengah lainnya dilakukan dengan cara damai.

“Saya kira dialog kemarin yang dilakukan Pak JK dengan kedua negara tersebut baik, dan ini memberikan sinyal kita kemana. Ini menurut saya langkah terbaik untuk Indonesia,” katanya.