Safari Ramadhan ke Sidoarjo, Kapolri Ajak Ulama dan Santri Jaga Keutuhan NKRI

Kapolri Tito Karnavian saat menyampaikan sambutan di Sekolah Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo, Sabtu (10/6) sore

Sidoarjo, Sayangi.Com– Dalam rangka safari Ramadhan, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian pada Sabtu (10/6) sore, berkunjung ke Sekolah Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur, yang diasuh oleh KH Agoes Ali Mashuri, LC.

Dibangun pada tahun 2010, di atas lahan sekitar 3 hektar, sekolah berasrama untuk tingkat SMP dan SMA ini memadukan kurikulum Kemendikbud dan Islamic Worldview (pandangan hidup Islami). Bahasa yang digunakan di sekolah ini adalah Inggris dan Arab, baik dalam tulisan maupun percakapan sehari-hari. safari ramadhan kapolri

Kapolri yang didampingi Gubernur Jatim Soekarwo, tiba di sekolah atau pondok pesantren modern ini sekitar pukul 16.20 WIB dan disambut langsung oleh KH Agoes Ali Mashuri yang akrab disapa Gus Ali.

Hadir juga Kapolda Jatim Irjen Pol. Machfud Arifin, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widyatmoko, serta Bupati dan jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo. Pejabat Mabes Polri yang mendampingi Kapolri antara lain Asisten SDM Irjen Arief Sulistyanto, Kadiv Hukum Irjen Raja Erizman, Asisten Logistik Irjen Eko Hadi Sutedjo, dan Korspri Kombes Rachmad.

Di hadapan sekitar 3.200 ulama, santri, dan pejabat daerah yang hadir di Sekolah Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo, Kapolri menyampaikan rasa kagum melihat sekolah asuhan Gus Ali yang luas dan modern, sekaligus menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang ia terima dalam kunjungan ini.

Kapolri bersama KH Agoes Ali Mashuri

Ajak Ulama Jaga NKRI

Dalam sambutannya, Kapolri mengajak para ulama, santri, dan seluruh elemen masyarakat, bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jawa Timur punya peran penting dalam sejarah perjuangan dan masa-masa kritis mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” kata Tito Karnavian.

Tito mengemukakan, Indonesia adalah bangsa yang unik karena berdiri di atas keragaman suku, agama, ras, bahasa, adat budaya, dan identitas sosial lainnya. Menurutnya, tidak mudah untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman tersebut.

“Banyak negara di dunia yang berdiri di atas keberagaman, antara lain Uni Sovyet dan Yugoslavia, gagal menjaga keutuhan negaranya dan akhirnya terpecah-pecah,” kata Tito.

Belajar dari pengalaman negara lain, kata Tito, kita harus mengelola keberagaman yang ada menjadi kekuatan untuk mensejahterakan masyarakat. Bukan justru menjadi penyebab terpecah belahnya bangsa.

“Mari kita manfaatkan momentum bulan Ramadhan yang mulia ini untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, yang mulai terkikis oleh berbagai aksi kekerasan dan sikap intoleransi bernuansa SARA,” ujarnya.

Tito mengingatkan ajaran Rasulullah Muhammad SAW tentang indahnya kerukunan dan toleransi. Salah satunya melalui penyusunan Piagam Madinah, sebagai konsep pemerintahan yang juga mengayomi kelompok non-muslim dan dapat menghentikan perselisihan antar suku di Kota Madinah saat itu.

“Mari kita meneladani apa yang telah dilakukan oleh Nabi kita, yaitu senantiasa membina kehidupan yang rukun di tengah berbagai perbedaan,” katanya.

Usai menyampaikan sambutan, Kapolri membagikan bingkisan kepada anak yatim piatu yang hadir dalam acara itu, dan memberikan hadiah lomba 4 Pilar Kebangsaan yang diikuti para santri.

Setelah berbuka puasa dan salat berjamaah, Kapolri bersama rombongan kembali ke Jakarta.

Dari kiri ke kanan: Pangdam V/Brawijaya Kustanto Widyatmoko, Gubernur Jatim Soekarwo, Kapolri Tito Karnavian, KH Agoes Ali Mashuri, Kapolda Jatim Machfud Arifin
Kapolri menyalami KH Zainuddin Jazuli dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri

Kapolri menyerahkan hadiah lomba 4 Pilar Kebangsaan yang diikuti para santri