Triana Rahmawati, Memanusiakan Penderita Gangguan Jiwa dengan ‘Griya Schizofren’

Jakarta, Sayangi.com – Penderita gangguan jiwa skizofrenia atau yang sering disebut dengan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), terkadang sering dianggap sebagai kelompok masyarakat yang meresahkan. Hal itulah yang membuat masyarakat memberi perlakuan tidak manusiawi kepada para penderitanya. Padahal, para penderita tersebut juga membutuhkan dukungan dari masyarakat guna membantu penyembuhan gangguan jiwa yang mereka derita.

Karena alasan itulah, sekelompok anak muda di Surakarta akhirnya menggagas dan mendirikan sebuah komunitas yang disebut “Griya Schizofren”. Griya schizofren memiliki makna yakni griya yang berarti rumah, Sc untuk social, Hi untuk arti Humanity, dan Zofren yang memiliki makna Zone Friendship. Secara umum Griya Schizofren memiliki arti yakni gerakan sosial kemanusiaan  dengan prinsip persahabatan.

Sebagai sang penggagas, Triana Rahmawati mengaku ingin mengusir stigma negatif masyarakat pada para penderita skizofrenia tersebut. Terlebih lagi, ia ingin mengajak kaum muda agar melek dengan keadaan sekitarnya. Komunitas ini  dibentuk dengan tujuan untuk memanusiakan penanganan penderita gangguan jiwa, khususnya skizofrenia.

Komunitas ini sudah aktif sejak tahun 2013. Kegiatannya meliputi membangun interaksi sosial, serta terapi menyanyi untuk membantu penyembuhan gangguan jiwa. Perlu diketahui bahwa komunitas ini mendapatkan dana dari PKM DIKTI, beasiswa aktivis nusantara dan yayasan mutiara nusantara sebagai sumber keuangannya.

Melalui komunitas inilah, Triana berharap bisa menciptakan wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan kepedulian dan aksi kemanusiaannya sebagai terapis di program terapi menyanyi.

“Kegiatan kami ini bekerja sama dengan Griya PMI Solo. Kebetulan tempat itu menampung orang-orang dengan gangguan jiwa, dan kami masuk ke sana untuk memberikan terapi sosial lewat kasih sayang dan melalui kegiatan terapi menyanyi,” ucap lulusan jurusan Sosiologi di Universitas Sebelas Maret Surakarta tersebut.