Amerika Sediakan Bantuan Teknis kepada Militer Filipina

Amerika Serikat mengirmkan tentaranya ke Filipina. Foto Daily Mail
Amerika Serikat mengirmkan tentaranya ke Filipina. Foto Daily Mail

Manila,Sayangi.com- Kedutaan Amerika, Sabtu (10/6) merelease Pasukan khusus Amerika menyediakan bantuan teknis kepada militer Filipina yang bertempur untuk menumpas militan Islamis di wilayah Filipina Selatan. Sementara 13 marinir Filipina telah terbunuh dalam pertempuran yang sangat sengit di daerah ini.

Seperti diketahui perebutan Kota Marawi pada 23 Mei oleh ISIS telah mengkhawatirkan negara-negara Asia Tenggara. ISIS yang telah menghadapi kemunduran di Suriah dan Irak tidak menutup kemungkinan mengalihkan kekuatannya di wilayah ini.

Hal itulah yang kemungkinan pasukan  ISIS berniat membangun sebuah benteng di pulau Mindanao Filipina. Apabila hal ini terwujud, kelak keberadaan ISIS di Asia Tenggara ini  dapat mengancam stabilitas keamanan seluruh wilayah.

Kedutaan Amerika mengukuhkan Amerika telah menawarkan bantuan, atas permohonan pemerintah Filipina, tetapi tidak memberi keterangan lebih lanjut karena alasan keamanan.

 Presiden Filipina Rodrigo Duterte pernah berkoar akan mengusir pelatih dan penasehat militer Amerika dari Filipina. Foto Colorado Spring Gazette
Presiden Filipina Rodrigo Duterte pernah berkoar akan mengusir pelatih dan penasehat militer Amerika dari Filipina. Foto Colorado Spring Gazette

Kerjasama antara kedua negara yang lama bersekutu itu sangat signifikan, walau Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang memangku jabatan setahun lalu, pernah mengambil sikap bermusuhan terhadap Washington.

Ia pernah berkoar akan mengusir pelatih dan penasehat militer Amerika dari negara itu. Namun untuk kasus mmerangi ISIS Amerika akan mengulurkan bantuan ke Filipina.

Dilansir dari cnbc.com (11/6) Militer Filipina mengatakan Amerika membantu pasukan pemerintah untuk mengakhiri pengepungan Kota Marawi oleh laskar yang bersekutu dengan ISIS, dan saat ini sudah memasuki pekan ketiga.

Tetapi Amerika tidak memberi bantuan pasukan tempur.

Pertempuran sengit dari jalan ke jalan dengan militan hari Jumat (9/6) menewaskan 13 tentara Filipina.

Ini adalah korban terbesar dalam satu hari pasukan pemerintah sejak mereka mulai memerangi militan yang bersekutu dengan ISIS yang menyerang Marawi tanggal 23 Mei dan masih menduduki beberapa bagian kota itu.