Buka Puasa Bersama, Kapolri Ajak Kelompok Cipayung Plus Majukan Ekonomi Kreatif

Kapolri Tito Karnavian bersama para pimpinan ormas mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus, saat acara buka puasa bersama di rumah dinas Kapolri, Jakarta, Minggu (11/6).

Jakarta, Sayangi.com– Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menggelar acara buka puasa bersama dengan belasan ormas mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus, di rumah dinas Kapolri, di Jalan Patimura, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (11/6).

Hadir dalam acara ini Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bursah Zarnubi, Ketum PB HMI Mulyadi P Tamsir, Ketum DPP IMM Taufan Putra Revolusi Korompot, Ketum GMKI Sahat Martin Sinurat, Ketum PP PMKRI Angelius Wake Kako, Ketum KMHDI Putu Wiratnaya, Ketum PMII Agus Herlambang, Ketum HIKMAHBUDHI Sugiartana, Ketua Presidium GMNI Chrisman Damanik, Ketum KAMMI Kartika Nur Rakhman, Ketum GPII Karman BM, Ketum Gema Matha’ul Anwar Ahmad Nawawi, Pemuda PUI Rizal Arifim, Ketum PP Syabab Hidayatullah Suhardi, Barisan Muda Al Ittihadiyah Hasbi, PP Gerakan Pemuda Alwashliyah Wizdan PL, Ketum JPRMI Yosse Hayatullah, Ketum Pemuda Muslimin Indonesia Billy, Ketum GMPRI Hajaruddin, Pemuda Nahdatul Wathan, Pelajar Islam Indonesia dan Gema Nusa.

Sejumlah pejabat kepolisian juga hadir, antara lain Wakabaintelkam Polri  Irjen Pol. Lucky Hermawan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan, Kapolres Jakarta Selatan Kombes  Iwan Kurniawan, Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo, Kapolres Depok Kombes Herry Heryawan, Kapolres Bekasi Kombes Asep Adisaputra, Kapolres Bandara Soetta Kombes Arif Rahman, dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Saat membuka acara ini, Ketua PGK Bursah Zarnubi mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan Ormas Mahasiswa dan Pemuda yang telah memenuhi undangan Kapolri. Kelompok Cipayung Plus, katanya, benar-benar mencerminkan keragaman Indonesia karena mewakili semua agama yang ada di Indonesia selain juga ada yang bercirikan gerakan nasionalis.

“Ini refleksi yang bulat dari Indonesia, inilah miniatur Indonesia, karena mewakili semua keyakinan di Indonesia. Jika keakraban dan persatuan ini terus berlanjut, kita akan jadi bangsa yang besar,” ujar Bursah.

Bursah juga mengucapkan terimakasih kepada Kapolri, karena telah banyak meluangkan waktu untuk mengadakan acara buka puasa bersama dengan berbagai elemen, salah satunya beberapa hari lalu dengan alumni Kelompok Cipayung.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Karman BM, saat memberikan sambutan juga mengapresiasi kesediaan Kapolri bertemu dengan elemen pergerakan mahasiswa. Menurutnya, sinergitas antara mahasiswa dan Polri seyogyanua harus terus dijalin lebih baik lagi.

“Kita beruntung punya Kapolri yang brilian dan familiar seperti Pak Tito yang sering hadir ke acara diskusi mahasiswa,” katanya.

Majukan Ekonomi Kreatif

Selaku tuan rumah, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, buka puasa bersama dengan kelompok mahasiswa dan pemuda sangatlah penting karena maju atau mundurnya suatu negara ditentukan oleh pemuda. Sedangkan inti dari pemuda adalah mahasiswa.

Tito mengingatkan para mahasiswa dan pemuda agar mengantisipasi kompetisi global yang semakin ketat saat ini, dan jangan menghabiskan waktu untuk demo di jalan.

“Teman-teman harus bisa mengubah mindset, mengubah romantisme masa lalu, dari hanya turun ke jalan menjadi pelopor ide-ide kreatif. Sekarang ada Bekraf (Badan Ekonomi kreatif), bikinlah ide-ide kreatif,” kata Tito.

Menurut Tito, bila mahasiswa hanya fokus pada aksi turun ke jalan, ekonomi kreatif Indonesia akan berjalan stagnan. Apalagi bila aksi yang dilakukan mahasiswa sampai menimbulkan kericuhan, ada banyak pihak yang dirugikan, dan berimbas ke stabilitas nasional.

“Ini akan membuat kita repot dan kisruh di dalam negara kita sendiri. Kita sibuk sendiri berantem, kapan majunya,” tegasnya.

Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Kartika Nur Rakhman, setuju dengan ide Kapolri untuk memajukan kewirausahaan antara lain melalui ekonomi kreatif. Karena itu, Kelompok Cipayung Plus berencana mengadakan Jambore Kebangsaan.

“Kita bikin jambore kebangsaan, kita menunjukkan potensi yang kita miliki. Kita ingin menggabungkan mahasiswa, pemuda, dan entrepreneurship. Semoga rencana ini dapat disupport,” kata Kartika.

Hal senada disampaikan Ketum PMKRI Angelius Wake Kako. Menurutnya, sudah saatnya pemuda tidak lagi mempermasalahkan asal usul, agama dan warna kulit. Karena menurutnya. Pancasila sudah mempersatukan seluruh rakyat Indonesia.

“Kita tidak lagi bicara pribumi non pribumi. Karena pada dasarnya, kita Indonesia, kita Pancasila. Sudah kita geser semua itu dengan paradigma entrepreneurship, demi memajukan bangsa,” katanya

Kapolri mengapresiasi rencana kelompok Cipayung Plus untuk menyelenggarakan Jambore Nasional Kebangsaan. Apalagi, acara jambore tersebut membahas tentang kewirausahaan kreatif pemuda Indonesia.

“Untuk jambore Insya Allah akan kita dukung, untuk contact personnya nanti silakan hubungi Pak Bursah,” kata Kapolri yang disambut tepuk tangan dari para hadirin.

Usai buka puasa bersama, Kapolri dan para mahasiswa melaksanakan Shalat Magrib berjamaah.