Dubes Indonesia di Qatar Bantah Rumor Ada Konsentrasi Pasukan

Foto Mimbar Rakyat
Foto Mimbar Rakyat

Doha,Sayangi.com – Sehubungan kondisi Qatar yang diembargo oleh beberapa negara tetangganya, Duta Besar RI untuk Qatar Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi membantah rumor ada konsentrasi pasukan di perbatasan Arab Saudi-Qatar.

Menjawab rumor itu, mantan Irjen TNI ini mengirim tim guna melihat perkembangan di perbatasan kedua negara secara langsung dan memerifikasi serta mengupdate informasi mengenai prosedur imigrasi melintasi perbatasan.

“Berdasarkan pantauan, kondisi perbatasan aman dan terkendali. Rumor yang beredar mengenai mobilisasi pengerahan militer ternyata tidak terbukti,” kata Basri menenangkan Warga Indonesia di Qatar dalam acara Nuzulul Quran di KBRI ini, seperti disampaikan Minister Counsellor KBRI Doha Boy Dharmawan kepada Media, Senin (12/6).

Acara Nuzulul Qur’an adalah rangkaian acara komunitas diaspora Indonesia di berbagai kota di Qatar seperti Dukhan, Messaid, Wakrah, Alkhor dan Doha. Di acara ini sebanyak 250 WNI di Qatar dari 51 organisasi masyarakat Indonesia di Qatar juga menggelar doa bersama agar krisis diplomatik Arab-Qatar segera berakhir.

Peringatan Nuzulul Quran adalah rangkaian dari kegiatan Ramadan yang dilakukan Komunitas Indonesia yang dikoordinasikan Indonesia Muslim Society in Qatar (IMSQA) dan Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa).

Organisasi Permiqa merupakan wadah bagi sekitar 40 ribu WNI. Acara Nuzulul Qur’an ini dihadiri komunitas diaspora Indonesia di berbagai kota di Qatar seperti Dukhan, Messaid, Wakrah, Alkhor dan Doha.

Pada acara KBRI menghimbau agar warga negara Indonesia yang berdiam di Qatar tenang dan tidak panik. KBRI akan membentuk Satuan Tugas khusus guna memberikan perlindungan dan pelayanan kepada WNI.

Selain itu, KBRI juga telah memikirkan langkah antisipasi guna melindungi WNI dan aset Pemerintah Republik Indonesia di Qatar. Jumlah WNI di Qatar yang telah melapor diri ke Kedutaan BRI sampai Juni 2017 adalah 29 ribu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh hingga berita ini diturunkan, Imigrasi Qatar masih mengijinkan setiap pemegang paspor Saudi untuk melintasi perbatasannya. Namun terjadi penurunan lalu lintas yang cukup drastis di perbatasan sekitar 75 persen. Mengingat sebelumnya sekitar 40 persen kebutuhan impor Qatar melalui perbatasan darat Saudi.

Dalam rangka memperkuat pelayanan masyarakat, KBRI juga menyediakan layanan Hotline KBRI Doha pada +974 3332 2875. KBRI menghimbau WNI segera memperbarui data dengan melaporkan keberadaannya di Qatar. Layanan lapor diri bisa dilakukan online melalui http://paspor.kbridoha.com.