Studi Brigham Young University: Empat Tipe Pengguna Facebook

Foto Firstpost
Foto Firstpost

Jakarta, Sayangi.com– Dari hampir dua miliar pengguna Facebook, para peneliti di Universitas Brigham Young, Hawaii, AS, menemukan empat tipe pengguna jaringan media sosial itu, mulai dari mereka yang gemar memberi like hingga pencari perhatian.

“Media sosial telah mengambil alih dunia. Rata-rata 1,28 miliar orang memeriksa Facebook setiap hari dan umumnya mereka menghabiskan 35 menit,” ujar Tom Robinson, Profesor di Universitas Brigham Young.
Untuk menjawab tipe pengguna face book seperti apa, tim menyusun daftar 48 pernyataan. Pertanyaan dalam penelitian ini  untuk mengidentifikasi alasan potensial mengapa orang menggunakan Facebook.

Dari hasil penelitian tersebut, peneliti menemukan empat kategori pengguna Facebook.

1. Si pembangun hubungan
Mereka yang termasuk dalam kelompok ini biasanya menanggapi unggahan milik teman-temannya dan seringkali menggunakan berbagai fitur Facebook dalam upaya memperkuat hubungan yang ada di luar dunia maya mereka.

“Mereka menggunakannya sebagai perpanjangan kehidupan nyata mereka, dengan keluarga dan teman kehidupan nyata mereka,” kata Robinson.

2. Si pemberi informasi
Mereka ini umumnya tidak peduli soal berbagi foto, cerita atau informasi lainnya tentang diri mereka, namun “ingin memberi tahu semua orang tentang apa yang sedang terjadi”.

“Kelompok ini memberikan informasi,” catat Robinson.

3. Si penyuka swafoto
Orang-orang dalam ini cenderung “mempromosikan diri” mereka. Mereka kerap mengunggah gambar, video dan berbagai teks, namun semata untuk mendapatkan perhatian, like dan komentar dari orang lain.

Mereka berpendapat, semakin banyak orang yang memberi like, mereka berpikir disukai rekan-rekannya.

4. Si Kepo
Pengguna dalam kategori ini semata ingin melihat apa yang orang lain lakukan. Selalu pingin tahu urusan orang lain, kira-kira demikian maksudnya. “Ini adalah media sosial yang setara dengan orang-orang yang menonton sesuatu, ” tutur Clark Callahan, profesor dari Universitas Brigham Young.

Media sosial begitu mendarah daging dalam segala hal yang kita lakukan saat ini. Dan kebanyakan orang tidak memikirkan mengapa mereka melakukannya, namun kalau orang bisa mengenali kebiasaan mereka, setidaknya itu menciptakan kesadaran, ” imbuh Kris Boyle, seorang profesor di Brigham Young University.

Sumber: AP/Antara