Roger Federer Catat Rekor Juara Tenis Wimbledon Delapan Kali

Roger Federer dengan trofi juara tunggal putra tenis Wimbledon 2017 /Foto: AFP

London, Sayangi.Com– Petenis veteran asal Swiss, Roger Federer, mencatat rekor sebagai juara tunggal putra tenis Wimbledon, London, delapan kali.

Dalam partai final yang berlangsung pada Minggu (16/7), Federer mengalahkan pemain asal Kroasia, Marin Cilic, tiga set langsung 6-3, 6-1, 6-4.

Federer yang pada bulan Agustus mendatang berusia 36 tahun, juga tercatat sebagai pemenang tertua Wimbledon di era tenis profesional.

Ini adalah partai final wimbledon ke-11 bagi Federer. Dan ia berhasil menjadi juara di turnamen tenis lapangan rumput paling bergengsi ini pada tahun 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2009, 2012, dan 2017. Dengan kemenangan ini, total raihan gelar Federer di turnamen Grand Slam menjadi 19.

Bagi Marin Cilic, ini adalah partai final pertamanya di Wimbledon. Setelah memberikan perlawanan cukup baik di set pertama, permainan petenis berusia 28 tahun ini merosot di set kedua dan tertinggal 0-3. Dalam posisi ini, ia terduduk lama di kursi di tepi lapangan dan terlihat menghadapi masalah sehingga didatangi fisioterapis dan wasit turnamen.

Menjelang set ketiga, Cilic bahkan meminta medical timeout untuk mengatasi masalah pada kakinya. Ia sempat memberikan perlawanan di set ketiga, namun Federer terus mempertajam permainannya dan berhasil mempertahankan serve pada kedudukan 5-4. Federer mampu mengoptimalkan match point dengan ace.

Begitu mengakhiri pertandingan, Federer yang sebelumnya tampak tenang, tak kuasa menahan air mata sambil melihat ke arah istri, anak-anaknya, dan kedua orang tuanya yang duduk di pojok khusus lapangan Centre Court.

“Saya berharap pertandingan ini bukan pertandingan yang terakhir bagi saya, saya berharap dapat kembali tahun depan dan mempertahankan gelar juara,” kata Federer, saat menyampaikan sambutan kemenangannya.

Federer sempat beristirahat enam bulan menjelang akhir tahun 2016 dan saat kembali bermain, ia berhasil menjuarai Australia Terbuka.

Selanjutnya, ia juga menjadi juara di kejuaraan Indian Wells dan Miami, Amerika Serikat, namun memutuskan untuk tidak mengikuti turnamen Perancis Terbuka.