Fanshurullah Asa di Talaud: BBM Satu Harga Wujud Nyata Pemerataan Kesejahteraan

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa (kanan) bersama Dirjen Migas IGN Wiratmaja Puja dan anggota Komisi VII Bara Hasibuan saat peresmian SPBU Kompak di Melonguane, Jumat (21/7) /Foto: Tri Setyo

Melonguane, Sayangi.com- Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa bersama Dirjen Migas IGN Wiratmaja Puja, anggota Komisi VII DPR Bara Hasibuan, dan GM Pertamina MOR VII Joko Pitoyo, meresmikan SPBU Kompak di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Dalam pidatonya, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, peresmian SPBU Kompak merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam menyeragamkan harga BBM di seluruh Indonesia, sekaligus menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusinya.

“BBM satu harga akan berdampak pada kemajuan ekonomi suatu wilayah. Ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah untuk pemerataan kesejahteraan dan memacu pembangunan ekonomi di seluruh pelosok Indonesia,” kata Ifan, sapaan akrab Fanshurullah Asa.

Kabupaten Kepulauan Talaud, kata Ifan, kini telah memiliki dua buah SPBU. Ia berharap dengan diresmikannya SPBU kompak ini, masyarakat Talaud dapat lebih mudah menjalankan mobilitasnya.

“Ini SPBU kedua ya, sudah ada AMPS yang sudah berdiri sebelumnya dibangun tahun 2002. Jadi setelah lebih kurang 15 tahun, ada SPBU kedua dibangun di sini,” ujarnya.

Fanshurullah Asa berharap SPBU Kompak di Melonguane tidak merugi dalam operasinya sehingga bisa dilanjutkan dengan pembangunan SPBU lain di wilayah Kepulauan Talaud.

“Ke depan kalau memungkinkan, dan Pertamina tidak alami kerugian, Insya Allah kita bangun (SPBU) di tempat lain,” ujar Fanshurullah.

Fanshurullah juga mengatakan, BPH Migas bersama Pertamina berencana ingin mengoperasikan kembali Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang sudah dibangun di Kepulauan Talaud sejak 2013 namun belum dioperasikan hingga saat ini.

“Nanti kita cek agar┬ábisa dioperasikan, kalau memungkinkan secara keekonomian. Baik jalur kesana dan infrastruktur yang sudah ada,” ujarnya.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa /Foto: Tri Setyo

Pembangunan Depot Mini

Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja berharap, dengan diresmikannya SPBU Kompak di Kabupaten Talaud, pendapatan per kapita masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini akan meningkat.

“Ketersediaan BBM yang harganya lebih murah dapat mendorong pendapatan per kapita dan pertumbuhan ekonomi,” kata Wiratmaja.

IGN Wiratmaja mengatakan, sebagai kabupaten paling utara Indonesia, Kepulauan Talaud harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Karena itu, ia berencana untuk membuat depot mini di Talaud.

“Kepulauan Talaud sebagai Kabupaten paling utara Indonesia, jadi fasilitas harus di depan, didahulukan. Ibarat rumah, halaman akan kita perhatikan keindahannya. Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat memajukan Talaud ini,” paparnya.

Pernyataan IGN Wiratmaja didukung oleh anggota Komisi VII DPR Bara Hasibuan. Menurutnya, DPR akan berkoordinasi dengan pemerintah, termasuk dengan BPH Migas, agar dapat dibuat depot mini di Talaud. Apalagi, saat ini pendistribusian BBM ke Talaud masih bergantung sepenuhnya dari Bitung.

“Kita usahakan mengajukan dana yang besar untuk membangun depot disini. Pendistribusian BBM sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi,” kata politisi PAN ini.