Dianggap Sudah Melenceng, Gerindra Mundur Dari Pansus Angket KPK

Desmond J. Mahesa

Jakarta, Sayangi.Com– Fraksi Partai Gerindra DPR secara resmi mundur dari Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhitung mulai tanggal 24 Juli 2017.

Dalam surat tertanggal 20 Juli 2017 yang ditandatangani Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani dan Sekretaris Fary Djenny Francis, tak disebutkan apa yang menjadi alasan pengunduran diri itu.

Namun, wakil ketua Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Desmond J. Mahesa, menyampaikan beberapa alasan yang menjadi pertimbangan fraksinya mundur dari Pansus Angket KPK. Salah satunya karena Pansus menemui napi koruptor di Lapas Sukamiskin, Bandung, beberapa waktu lalu, yang ia nilai ada unsur ingin melemahkan KPK.

“Saya sudah bilang, kalau mengunjungi koruptor, Gerindra akan keluar. Kami melihat ada langkah Pansus yang salah,” kata Desmond kepada wartawan, Senin (24/7).

Desmond menceritakan, awalnya Fraksi Gerindra dan beberapa fraksi lainnya menolak Pansus Angket KPK. Namun kemudian fraksinya mempertimbangkan untuk bergabung dengan harapan akan ada perbaikan dan Pansus benar-benar ditujukan untuk membenahi KPK, bahwa ada oknum lembaga itu yang bertindak melenceng.

Namun, katanya, perubahan tidak terjadi. Pimpinan Pansus tidak disusun ulang dan beberapa agenda Pansus tak melibatkan Gerindra, seperti kunjungan ke BPK dan ke Lapas Sukamiskin untuk meminta keterangan terpidana korupsi.

“Ke sininya agak melenceng, cenderung melemahkan institusi KPK. Alasan-alasan inilah yang membuat kami tak mau terjebak pada proses yang tak jelas. Kami terpaksa memilih mundur,” kata Desmond.

Surat Fraksi Partai Gerindra di DPR