Honolulu Denda Pejalan Kaki Yang Menyebrang Sambil Gunakan Ponsel

Ponsel berkontribusi terhadap ribuan korban pejalan kaki di AS sejak tahun 2000 /Foto: Getty Images

Honolulu,Sayangi.Com– Honolulu menjadi kota besar pertama di AS yang melarang pejalan kaki sambil melihat telepon seluler (ponsel), menulis pesan pendek atau menggunakan peralatan digital itu ketika menyebrang jalan.

Kebijakan yang akan dilaksanakan di kota terbesar di Hawaii mulai Oktober ini bertujuan mengurangi korban luka dan kematian akibat “gangguan berjalan”.

Pelaku yang melanggar peraturan dengan melihat peralatan, termasuk laptop dan kamera digital, terancam denda. Pelanggaran pertama kali akan dikenakan denda sebesar $15-$35 (sekitar RP200.000 sampai RP466.620). Jika pelaku mengulangi kesalahannya, akan dikenakan denda $99 atau sekitar Rp1,3 juta.

Panggilan ke layanan darurat akan dikecualikan dari larangan tersebut.

Peraturan, yang juga dikenal dengan UU Gangguan Berjalan, ditandangani oleh Walikota Honolulu, Kirk Caldwell, pada Kamis (27/7) lalu, setelah dewan kota menyetujui kebijakan dengan suara 7-2.

Dalam legislasi baru, yang akan diterapkan mulai 25 Oktober, menyebutkan bahwa “tidak boleh ada pejalan kaki menyebrang sebuah jalan atau jalan raya sambil melihat telepon gengam”.

Kebijakan baru itu ditolak oleh sejumlah anggota masyarakat, yang menuduh pemerintah berlebihan menerapkan aturan.

Kekurangan akal sehat

“Kami berpegang pada perbedaan pendapat yang tidak menguntungkan menjadi seorang walikota di kota dengan lebih banyak pejalan kaki yang tertabrak ketika menyebrang, terutama penduduk senior kita, lebih dari kota lain di negara ini,” kata Kirk Caldwell pada kantor berita Reuters.

Ia menambahkan: “Kadang-kadang saya berharap ada peraturan yang tidak perlu kita loloskan, bahwa mungkin akal sehat yang menang, tetapi seringkali kita kekurangan akal sehat.”

Gangguan terhadap pejalan kaki akibat ponsel menyebabkan lebih dari 11.000 korban di AS antara tahun 2000 dan 2011, menurut Dewan Keselamatan Nasional AS.

Tetapi jumlah itu tidak menggambarkan laporan terakhir dewan, yang tampaknya lebih tinggi.

Sumber: BBCIndonesia