Dimas Kanjeng Taat Pribadi Divonis 18 Tahun Penjara 

Dimas Kanjeng Taat Pribadi (kedua dari kiri) bersama penasehat hukumnya.

Probolinggo, Sayangi.Com– Majelis hakim Pengadilan Negeri Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, memvonis Dimas Kanjeng Taat Pribadi hukuman 18 tahun penjara dalam kasus  pembunuhan terhadap pengikutnya bernama Abdul Ghani.

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti menganjurkan pembunuhan berencana terhadap korban,” kata Ketua Majelis Hakim Basuki Wiyono saat membacakan putusan, didampingi hakim Yudistira Alfian dan M Safruddin, di Pengadilan Negeri Kraksaan Probolinggo, Selasa (1/8).

Vonis majelis hakim tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum sebelumnya yakni hukuman penjara seumur hidup.

Jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan putusan hakim tersebut terlalu ringan untuk seorang “dalang” kasus pembunuhan berencana dengan korban Abdul Ghani yang dibuang di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri.

“Kami menuntut terdakwa seumur hidup, sehingga jaksa akan banding,” kata JPU Usman usai persidangan.

Sementara itu, terdakwa Taat Pribadi setelah berkonsultasi dengan tim kuasa hukumnya langsung mengajukan banding terhadap putusan 18 tahun penjara itu, karena penasehat hukumnya menganggap putusan hakim terlalu berat.

“Kami menginginkan klien kami bebas karena berdasarkan keterangan empat orang saksi sebelumnya menyebutkan tidak ada yang mencantumkan keterlibatan klien kami dalam kasus pembunuhan tersebut,” kata M. Soleh, penasehat hukum Taat Pribadi.

Pascaputusan vonis tersebut, terdapat insiden protes dari salah seorang keluarga korban.

“Ini putusan macam apa. Apa hakim tidak memiliki anak dan istri. Seenaknya saja bikin putusan. Dia menjadi otak pembunuhan berencana pada dua orang, sedangkan hakim tidak memikirkan kondisi keluarga korban yang ditinggalkan,” teriak Bibi Rasemjan, istri Ismail Hidayah setelah persidangan.

Menurutnya, minimal hukuman untuk Dimas Kanjeng yakni penjara seumur hidup, bahkan seharusnya Dimas Kanjeng Taat Pribadi mendapat hukuman mati karena menghilangkan nyawa orang.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi terjerat dua kasus hukum, yakni pembunuhan dan penipuan berkedok penggandaan uang.

Ia menjadi terdakwa kasus pembunuhan dua pengikutnya yakni Abdul Ghani, warga Probolinggo dan Ismail Hidayah, warga Situbondo yang dibunuh karena dikhawatirkan akan membongkar praktek penipuan yang dijalankannya.

Sumber: Antara