Sukses Amankan Lebaran, Kapolri dan 9 Menteri Dapat Penghargaan Dari UKP Pancasila

Kepala UKP Pancasila Yudi Latif berfoto bersama Kapolri dan para menteri yang menerima piagam penghargaan dari UKP Pancasila, di Gedung Krida Bakti Sekneg, Jakarta, Selasa (1/8) siang/Foto: Tri Setyo

Jakarta, Sayangi.com- Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP Pancasila) memberikan penghargaan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian serta sembilan Kementerian dan lima BUMN sebagai bentuk apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Lebaran 2017.

Penghargaan kepada tim pengendali Lebaran 2017 itu diserahkan oleh Kepala UKP Pancasila Yudi Latif, anggota Dewan Pengarah UKP Pancasila Try Sutrisno dan Menko PMK Puan Maharani, di Gedung Krida Bakti Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (1/8) siang.

“Piagam penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan pengamanan, pengendalian dan kelancaran dalam penyelenggaraan Lebaran 2017,” kata Kepala UKP Pancasila Yudi Latif, dalam acara penyerahan penghargaan tersebut.

Menurut Yudi, pemberian penghargaan seperti ini akan diberikan kepada Kementerian dan Lembaga yang dianggap berprestasi tiap tiga bulan sekali dan diharapkan bergandengan tangan dengan Pokja Revolusi. Untuk kali pertama, piagam keteladanan ini diberikan kepada Kapolri, 9 kementerian dan 5 BUMN yang berperan aktif dalam penyelenggaraan Lebaran 2017.

Ia berharap pemberian penghargaan tersebut dapat meningkatkan kinerja dan fungsi dari setiap kementerian, lembaga maupun BUMN. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi karena sudah bekerja dengan menunjukkan semangat gotong royong.

Deputi UKP Pancasila Sonny Soeharso menjelaskan, ada beberapa kriteria yang menjadi acuan dalam memberikan penghargaan tersebut. Untuk Kapolri sendiri, penghargaan tersebut diberikan karena Jenderal Pol. Tito Karnavian dinilai berhasil menjamin rasa aman di masyarakat selama masa Lebaran 2017.

“Kami menilai Kapolri berhasil dalam menjamin pengamanan, pengendalian dan kelancaran transportasi dalam agenda Mudik Bareng Guyub Rukun,” katanya.

Pemimpin Redaksi harian Kompas Rikard Bagun, yang diminta berbicara mewakili media, mengatakan pemberian penghargaan terhadap kementerian, lembaga dan BUMN ini sangat penting. Menurutnya, dengan penghargaan tersebut, masyarakat jadi tahu kinerja para aparatur negara tersebut.

“Kita apresiasi cara kerja sejumlah instansi saat Lebaran, ternyata kita mampu melakukannya dengan gotong royong. Kami bangga, namun dari sisi lain kita lihat sepi tidak ada apresiasi, apa perlu memberi hadiah kepada orang yang dipercaya publik? Sangat perlu,” katanya.

Ia mengakui kinerja instansi tersebut belum sempurna. Meski demikian, dengan apresiasi yang diberikan ia berharap kinerja instasi-instansi pemerintahan dapat terus ditingkatkan.

“Jangan pernah bayangkan mawar tanpa ada duri, segalanya pasti ada tantangan. Namun, yakinlah selalu ada cahaya dibalik kegelapan,” kata Rikard Bagun.

Bekerja Lebih Keras Lagi

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku tidak menyangka dirinya akan mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari UKP Pancasila. Menurutnya, apa yang dikerjakan hanya merupakan bentuk tanggung jawab Polri kepada masyarakat.

“Tidak mengharapkan dan tidak menyangka karena apa yang kita kerjakan adalah bentuk tanggung jawab. Baik dalam mengamankan stok dan harga sembako, maupun dalam rangka pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran,” kata Tito.

Kapolri mengatakan, penghargaan dari UKP Pancasila ini akan dijadikan cambuk bagi Polri untuk bekerja secara lebih keras lagi.

“Jadi kami hanya bekerja maksimal saja. Kalau diberi penghargaan ya Alhamdulillah, akan kita jadikan motivasi untuk bekerja lebih baik, itu saja,” kata Tito.

Selain Polri, sembilan Kementerian dan lima BUMN yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian PUPR, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM, Kementerian Agama, Kementerian Pertanian, Kementerian Kominfo, Pertamina, PLN, Jasa Marga, ASDP Indonesia Ferry, dan Perum Bulog.

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Perdagangan Ergartiasto Lukita, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, serta sejumlah tokoh nasional seperti Prof. Mahfud MD.