Duterte Bela Polisi Yang Tewaskan Walikota Ozamiz Dalam Operasi Narkoba

Presiden Filipina Rodrigo Duterte berbicara di hadapan anggota tentara saat berkunjung ke Kamp Teodulfo Bautista di Jolo, Sulu, Filipina, 27 Mei 2017 /Foto: Reuters

Manila, Sayangi.ComРPresiden Filipina Rodrigo Duterte membela operasi penggerebekan narkoba oleh polisi yang menewaskan wali kota Ozamiz di selatan Pulau Mindanao, Reynaldo Parojinog, beserta 14 orang lainnya yang merupakan keluarga dan pengikutnya.

Kelompok HAM dan beberapa anggota parlemen Filipina menyerukan penyelidikan atas terbunuhnya Walikota Ozamiz dalam operasi kepolisian setempat yang diwarnai baku tembak di rumah pejabat itu pada Minggu (30/7) dini hari lalu.

Duterte menolak kritik atas serangan itu, termasuk mengapa hal tersebut dilakukan pada malam hari.

“Saya akan bertanggung jawab. Saya akan membela polisi. Saya akan mengatakan bahwa saya memerintahkannya. Kenapa menyalahkan polisi? Polisi bisa pergi kapan saja untuk menangkap. Siapa yang cukup bodoh melakukan bisnis narkoba pada siang hari?” kata Duterte, dalam sebuah pidato di Manila, seperti dikutip AFP, Kamis (3/8).

Duterte sudah berulang kali membela polisi yang melancarkan perang mematikan terhadap perdagangan narkoba dan menyebut sejumlah pejabat sebagai “politikus narkoba”.

Tiga wali kota, termasuk Reynaldo Parajinog, tewas ditembak sejak Duterte menyampaikan tuduhan secara terbuka bahwa banyak pejabat di Filipina terlibat dalam perdagangan narkoba.

Sejak Duterte menjabat Presiden lebih dari satu tahun lalu, polisi telah melaporkan pembunuhan hampir 3.200 orang dalam perang melawan narkoba. Demikian dikutip dari AFP.