Pria Mengaku Membawa Bom Ditangkap Polisi Belgia

Seorang ahli penjinak bom memeriksa sebuah mobil plat nomor Jerman menyusul pengejaran dengan kecepatan tinggi di Brussels. Foto AFP
Seorang ahli penjinak bom memeriksa sebuah mobil plat nomor Jerman menyusul pengejaran dengan kecepatan tinggi di Brussels. Foto AFP

Brussel,Sayangi.com- Tim penjinak bom Belgia tidak menemukan bahan peledak setelah seorang pria menyatakan dirinya membawa sebuah bom di dalam mobil Citroen Picasso yang terdaftar di Jerman dihentikan oleh polisi, kata kejaksaan Brussel, Selasa (8/9).

Pria itu ditahan setelah polisi memburunya karena menyerobot lampu merah sambil mengebut. Polisi menembak roda mobil untuk menghentikannya.

Saat polisi menghentikannya, pria pengemudi mobil tersebut  mengaku memiliki bahan peledak. Kami tidak mengambil risiko, kemudian kami panggil tentara untuk memeriksanya, ungkap Ine van Wymersc juru bicara polisi.” Dalam insiden tersebut tidak ada korban jatuh yang dilaporkan.

Pasca Serangan ISIS setahun lalu dikota ini Brussels berada dalam siaga tinggi. Serangan mengerikan, tersebut dikoordinasi oleh sebuah sel yang berbasis di Molenbeek, menyebabkan 32 orang tewas dan lebih dari 300 lainnya luka-luka.

Foto Getty
Foto Getty

Surat kabar Belgia Het Nieuwsblad, menuliskan CCTV telah dipasang di antara Rue de Dilbeek dan Gare de l’Ouest pasca serangan tersebut.

Saat pria pengemudi tersebut ditangkap Staf dan pelanggan di toko DIY terdekat, Brico, tidak diizinkan pergi sampai polisi mengamankan tempat kejadian. Sementara beberapa rute bus menuju daerah ini dialihkan.

Setelah diperiksa Ine van Wymersc  menyimpulkan pria yang mengaku membawa bom tersebut mengalami gangguang mental,”

“Militer tidak menemukan bahan peledak apa pun di dalam kendaraannya.” Wymersc mengatakan pria tersebut berasal dari Rwanda dan tidak masuk dalam catatan kepolisian.

Awal musim panas ini, Oussama Zariouh, seorang simpatisan ISIS yang dicurigai, mencoba melancarkan bom bunuh diri di Brussels Central Station.

Namun warga Maroko berusia 36 tahun itu ditembak mati oleh polisi setelah bomnya gagal diledakkan dengan benar pada 21 Juni lalu.

Sumber: express.co.uk