Mencoba Kabur, Satu Tersangka Pembakaran Hidup-Hidup di Bekasi Ditembak Kakinya

Ilustrasi

Jakarta, Sayangi.com – Polisi telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pengeroyokan yang berakhir dengan pembakaran hidup-hidup terhadap seorang warga Cikarang bernama Muhammad Al Zahra. Pria yang karib disapa Zoya itu dibakar karena dituduh sebagai pencuri amplifier di Mushalla Al Hidayah, Babelan, Bekasi.

Salah satu tersangka yang memiliki peran aktif dalam pengeroyokan tersebut adalah SD (27). Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra mengatakan, SD adalah orang yang membeli bensin guna membakar korban.

“Yang paling menonjol dari lima tersangka ini yaitu saudara SD umur 27 tahun. Perannya adalah dia yang membeli bensin lalu kemudian menyiram ketubuh MA, dan sekaligus dia pelakunya yang membakar saudara MA,” ujar Asep di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/8).

Asep juga menuturkan bahwa, pihaknya menangkap SD di kawasan Pandeglang, Banten. SD kabur ke wilayah Pandeglang setelah tahu dirinya dicari pihak kepolisian, atas kasus pengeroyokan tersebut.

“(SD kabur) sejak dicari oleh kita. Dia tahu telah dicari,” kata Asep.

SD, kata Asep, juga harus diberi hadiah berupa timah panas dari petugas yang mengamankannya. Pasalnya, SD mencoba lari dari pengawalan petugas yang menangkapnya.

“Ia terpaksa harus kami tindak tegas dengan menembak bagian kaki. Karena saat hendak menunjukkan pelaku lain, mencoba melarikan diri,” bebernya.

Dari pengakuan SD, lanjut Asep, terungkap bahwa SD emosi karena ada teriakan massa yang menyebut Zoya maling. Sehingga peristiwa pengeroyokan yang berakhir pembakaran terhadap Zoya tersebut terjadi.

“SD menyiram dan membakar korban itu karena terbakar emosi saat itu, sehingga dia lupa akhirnya berbuat sangat kejam terhadap MA. Dia merasa menyesal,” tutur Asep.