Trump dan Korea Utara Saling Ancam Perang Nuklir

Trump dan Kim Jong-un saling mengancam.Foto Daily Express
Trump dan Kim Jong-un saling mengancam.Foto Daily Express

New York, Sayangi.com– Selama dua hari seluruh makhluk bumi dibuat kejang oleh petinggi AS dan petinggi Korea Utara. Kedua pemimpin negeri ini saling ancam gelar perang nuklir. Sabtu (5/8) pekan lalu Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menjatuhkan sanksi baru kepada Korea Utara.

Dikutip dari time.com (10/8) mengikuti laporan baru mengenai perkembangan pesat rudal balistik antarbenua Korea Utara, yang menurut para analis sekarang termasuk hulu ledak nuklir miniatur.

Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa Pyongyang memiliki alasan untuk menghentikan tindakan nuklir lebih lanjut. “Korea Utara tidak melakukan ancaman lain terhadap Amerika Serikat kecuali nuklir,” kata Presiden dari resor golfnya di Bedminster, New York.

Trump berkata, “Korea Utara sebaiknya tidak terus mengancam Amerika Serikat. “Korea Utara akan disambut dengan api dan kemarahan seperti dunia belum pernah melihat, ungkapnya”

Sehari kemudian Trump memerintahkan militer AS untuk bersiap diri ia mengeluarkan cuitan, “Perintah pertama saya sebagai presiden dulu adalah merenovasi dan memodernisasi arsenal nuklir kita. Kini kita jauh lebih kuat dan jauh lebih ampuh dibandingkan dengan masa sebelumnya.”

Semoga kita tidak akan pernah menggunakan kekuatan ini, tetapi tidak akan pernah ada sebuah masa kita bukan negara paling kuat di dunia!”, imbuh Trump.

Pejabat senior pemerintah AS yang membidangi masalah Korea Utara itu berkata kepada Reuters: “Pernyataan Presiden Trump itu tidak terencana dan spontan.

Namun  tetap saja bahwa Pernyataan keras Trump ini membuat para pejabat AS blingsatan. Karena para pejabat AS tidak ingin terjadi perang retorika dengan Pyongyang.

Korea Utara sudah terlalu sering mengancam akan menghancurkan AS. Saat ini Korea Utara mengaku sedang menyusun rencana untuk merudal wilayah Amerika Serikat di Pasifik, Pulau Guam.

Korea Utara juga menyebut ancaman Presiden Donald Trump akan menyerang Korea Utara sebagai gedor meja. Korea Utara menyatakan “”dialog sepertinya mustahil untuk orang yang sudah kehilangan akal dan (oleh karena itu) kekuatan absolut yang bisa efektif menyelesaikannya”.

Kantor berita Korea Utara KCNA menyiarkan update rencana serangan Korea Utara ke Guam itu setelah Trump mengeluarkan pernyataan yang membakar emosi Korea Utara bahwa ancaman kepada AS dari Korea Utara akan dijawab dengan “tembakan dan amarah.”

Juru bicara Tentara Rakyat Korea menyatakan rencana itu bisa dioperasikan setiap waktu begitu ada keputusan dari Kim Jong Un.

Angkatan darat Korea Utara akan merampungkan rencana itu pertengahan Agustus bulan ini. Rencana itu bisa dioperasikan setiap waktu begitu ada keputusan dan perintah dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kata KCNA mengutip Jenderal Kim Rak Gyom, Panglima Komondo Strategis Tentara Rakyat Korea.