Bukannya Membela: PM Selandia Baru Justru Kritik Trump Terkait Korea Utara

Perdana Menteri New Zealand Bill Inggrish. Foto NZ Herald
Perdana Menteri New Zealand Bill Inggrish. Foto NZ Herald

Wellington,Sayangi.com–  Bill English Perdana Menteri New Zealand, mengatakan ucapan Presiden Donald Trump bahwa ‘api dan kemarahan’ akan menghadapi Korea Utara jika terus mengancam Amerika Serikat ‘kemungkinan besar akan meningkatkan’ konflik tersebut.

“Saya pikir komentar tersebut tidak membantu dalam lingkungan yang sangat tegang,” kata Inggris. Ia menambahkan bahwa pemerintahannya harus segera menyampaikan keprihatinannya kepada pemerintah Amerika Serikat.

Dilansir dari Time (10/8) Namun ‘tentu jika komentar semacam itu berlanjut, saya pikir kami melihat reaksi dari Korea Utara yang mengindikasikan bahwa komentar semacam itu lebih cenderung meningkat daripada menyelesaikan sesuatu, tutunya.

Inggris mengatakan komentar Trump lebih cenderung meningkatkan situasi daripada menyelesaikannya.

Trump telah bersumpah untuk menjawab Korea Utara “dengan api dan kemarahan” jika Pyongyang terus mengancam AS, Setelah militer Korea Utara mengklaim telah memeriksa rencana untuk menyerang wilayah A.S. di Guam di Pasifik.

Inggris mengatakan semua negara ingin menghindari konfrontasi militer dan cara untuk mewujudkannya. Ia menghimbau agar Korea Utara mematuhi sanksi PBB  dan tekanan internasional untuk mendorong negara ke arah itu.

Inggris mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu (9/8) di Parlemen negara bagian di Wellington bahwa Selandia Baru tidak menimbulkan masalah dengan pemerintah Amerika Serikat tentang ucapan Trump.

Namun jika nada suaranya berlanjut ia mengkhawatirkan kondisi makin meruncing.