Pura-Pura Jadi Petugas PLN, Satu Pencuri Kakinya Dibolongi Polisi

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Bismo Teguh Prakoso (tengah berdasi merah) saat memberikan keterangan pers di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (10/8). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Seorang pencuri bernama Jayadi (37) ditembak polisi. Diketahui, Jayadi kedapatan mencuri di sebuah rumah yang ada di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Jayadi mencuri di rumah tersebut bersama seorang rekannya yang masih buron. Modus yang digunakan keduanya adalah mereka berpura-pura sebagai petugas PLN yang hendak memeriksa listrik di rumah tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan, Jayadi bersama rekannya mendatangi rumah yang hendak ia curi dengan mengenakan seragam PLN. Bahkan untuk meyakinkan korbannya, keduanya juga membawa peralatan kelistrikan.

“Pelaku juga membawa surat dan brosur berlogo PLN. Dia mengaku mau mengecek peralatan listrik yang ada di rumah korbannya, seperti meteran,” ujar Bismo di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (10/8).

Bismo juga mengatakan, sebelum beraksi, keduanya melakukan observasi di sekitar rumah korban. Biasanya para ‘petugas PLN’ gadungan itu memilih rumah yang cenderung sepi dan hanya dijaga oleh Pembantu Rumah Tangga (PRT).

“Jayadi berperan sebagai pengalih perhatian dengan berkomunikasi dengan PRT korban. Sedangkan satu pelakunya lainnya masuk ke dalam rumah, dan menjarah semua barang elektronik korban,” jelasnya.

Menurut pengakuan Jayadi, lanjut Bismo, dirinya baru sekali melakukan tindak pidana pencurian. Sedangkan rekan Jayadi yang masih buron tersebut, adalah penjahat kambuhan yang sudah sering keluar-masuk penjara.

“Pelaku yang DPO itu residivis kasus pencurian, dia pula yang menjual hasil pencuriannya. Jay (Jayadi) kami tembak kakinya untuk memberikan efek jera pada pelaku kejahatan, khususnya pencurian,” terangnya.

Lebih jauh Bismo berpesan kepada masyarakat agar lebih waspada kepada petugas yang mengaku-ngaku dari PLN. Pasalnya, saat ini semakin banyak modus pencurian yang dilakukan penjahat.

“Kalau ada orang mengaku petugas PLN itu belum tentu benar. Kita harus cek legalitasnya karena biasanya dia tugas itu didampingi petugas lainnya,” katanya

Jayadi sendiri diamankan di kawasan Pulo Gebang, Bekasi pada Rabu (9/8) kemarin. Ia dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman selama 7 tahun penjara.