Polisi Ungkap Pencurian dan Penadahan Mobil Dengan Modus Mengganti Noka dan Nosin

Kepala Subdirektorat Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Hermanto (tengah), saat memberi keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/8). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap tindak pidana pencurian roda empat dan penadahan. Kepala Subdirektorat Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Hermanto mengatakan, tersangka beraksi dengan modus mengganti nomor rangka dan mesin kendaraan.

Ia juga mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan selama dua bulan, sebelum akhirnya dapat meringkus tersangka. Hal tersebut dapat diungkap karena ada laporan dari masyarakat tentang adanya mobil dengan surat silang atau kawinan.

“Berawal dari informasi masyarakat bahwa adanya mobil kanibal. Kawinan dari surat-surat resmi yang digabungkan dengan nomor rangka, dan nomor mesin pada blok mesin mobil hasil kejahatan pencurian,” ujar Agus di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/8).

Agus juga mengatakan, tersangka mengganti nomor rangka dan mesin kendaraan dan kemudian pelaku menjualnya dengan harga pasaran. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam membeli kendaraan bekas.

“Jika membeli mobil bekas terlebih dulu lakukan pengecekan di mesin mobil dengan digesek, dicek, diregistrasi nomor kendaraan. Ini untuk memastikan keaslian nomor rangka dan mesin kendaraan,” jelasnya.

Agus juga mengatakan, aksi pencurian dan penggantian nomor mesin dan nomor rangka tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2013. Sehingga kemungkinan sudah ada puluhan bahkan ratusan unit mobil dengan surat kawinan yang berhasil dijual pelaku.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan empat tersangka. Mereka berinisial HFF yang berperan sebagai orang yang membetulkan kunci kontak, UTG yang berperan sebagai penadah, PPT yang berperan sebagai pemutus GPS (Global Positioning System) dan SGT yang berperan sebagai pencuri mobil.