Polisi: Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Tidak Berlaku Bila Kendaraan Sudah Dirazia

Ilustrasi

Jakarta, Sayangi.com – Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan razia pajak kendaraan bermotor sejak Jumat (11/8) kemarin, hingga sebulan kedepan. Penunggak pajak kendaraan yang terjaring razia akan dikenakan denda maksimal sebesar Rp500 ribu.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra mengatakan, bahwa razia pajak kendaraan bermotor ini lakukan di lima wilayah Jakarta seperti di Jakarta Pusat, Utara, Barat, Timur, dan Selatan. Bagi para pengendara yang kedapatan tidak memiliki surat atau surat kendaraannya telah kadaluwarsa, dapat dikenakan denda maksimal atau pidana selama dua bulan.

“Dasar hukumnya untuk STNK tidak berlaku, itu di Pasal 68 Undang-undang Nomor 22/2009 ayat 1, yang menyatakan setiap kendaraan bermotor yang dioperasionalkan di jalan wajib dilengkapi dengan STNK dan TNKB,” ujar Halim saat dikonfirmasi, Sabtu (12/8).

“Dinyatakan di Pasal 288 ayat 1 yaitu setiap pengemudi tidak dilengkapi STNK dipidana paling lama dua bulan dan denda paling banyak Rp500 ribu,” imbuhnya.

Halim juga mengimbau masyarakat agar segera membayar pajak kendaraan bermotor yang dimilikinya. Karena pihak kepolisian memberlakukan pemutihan pajak kendaraan bermotor hingga 31 Agustus mendatang.

Namun, lanjut Halim, pemutihan tersebut tidak berlaku kepada kendaraan yang telah terkena razia. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat dapat mematuhi peraturan yang ada, dengan membayar pajak kendaraannya.

“Seumpamanya sekarang ini sudah diberlakukan pemutihan, terus pada waktu razia dia kena razia, maka tidak dapat pemutihan,” kata Halim.