Waspadai Pemanis Buatan Picu Obesitas Dan Penyakit Jantung

Ilustrasi Pemanis Buatan
Ilustrasi Pemanis Buatan

Kualalumpur, Sayangi.com- Khawatir dengan lingkar pinggang yang terus meningkat?. Banyak orang beralih menggunakan pemanis buatan agar terhindar dari kegemukan. Menurut penelitian, penggunaan pemanis buatan yang meluas dan meningkat dikaitkan dengan epidemi obesitas saat ini dan penyakit terkait.

Pemanis buatan adalah pengganti gula yang memberikan rasa manis seperti gula sambil mengandung energi makanan secara signifikan lebih sedikit. Hasil penelitian terbaru menemukan kpemakian pemanis buatan dalam jangka panjang mampu meningkatan risiko obesitas.

Periset di Yale University School of Medicine baru-baru ini melakukan penelitian untuk melihat efek mengkonsumsi minuman manis buatan di otak dan menemukan beberapa temuan mengejutkan.

Temuan menunjukkan bahwa pemanis buatan atau pemanis non-nutrisi mungkin memiliki efek negatif pada metabolisme, bakteri usus dan nafsu makan. Dengan demikian, individu yang mengkonsumsi pemanis buatan, seperti aspartame, sucralose dan stevia, mungkin juga berisiko terkena tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, kata periset dari Universitas Manitoba di Kanada.

Penelitian tentang bahaya pemanis buatan telah dipublikasikan di CMAJ (Canadian Medical Association Journal), Tiim tersebut melakukan uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan 1.003 orang yang mengikuti rata-rata selama enam bulan.

Percobaan tidak menunjukkan efek yang konsisten dari pemanis buatan pada penurunan berat badan, dan penelitian observasional yang lebih lama menunjukkan hubungan antara konsumsi pemanis buatan dan risiko kenaikan berat badan dan obesitas yang relatif lebih tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

Sayangnya, minuman yang dipermanis dengan pemanis buatan seperti aspartame, sucralose, atau sakarin justru membuat Anda berisiko tinggi terkena penyakit ini.

Itulah mengapa profesional kesehatan dan kampanye kesehatan masyarakat selalu terus memberi tahu untuk makan sehat, mengurangi asupan gula, dan berolahraga setiap hari.

Jadi Apa yang Bisa dilakukan?. Jika Anda menggunakan pemanis buatan seperti Sugar Free atau Zero untuk mengendalikan tubuh sebagai penderita diabetes (atau menggunakannya untuk melindungi diri dari diabetes), sebaiknya berhenti sekarang juga.

Ryan Zarychanski, asisten profesor di Universitas Manitoba menyatakan “Kami menemukan bahwa data dari uji klinis tidak secara jelas mendukung manfaat yang diharapkan dari pemanis buatan untuk pengelolaan berat badan,”.

Sumber: KualaLumpur Post