Siap Jalin Komunikasi, Kapolda Metro Ingatkan Mahasiswa Jangan Jadi Kompor Gas

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis berfoto bersama 19 mahasiswa dari Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta, di Gedung Mapolda Metro Jaya, Senin (14/8) sore.

Jakarta, Sayangi.Com– Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Idham Azis menerima 19 pimpinan organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta, di ruang rapat Kapolda, Lt.2 Gedung Utama Polda Metro Jaya, pada Senin (14/8) sore.

Ke-19 mahasiswa tersebut mewakili HMI, PMKRI, GMNI, GMKI, PMII, Hikmabudhi, GPII, Perisai, Hima Persis, dan KMHDI.

Saat menerima audiensi para pimpinan mahasiswa tersebut, Idham Azis antara lain didampingi oleh Direktur Intelkam Kombes Pol. Merdisyam, Direktur Binmas, Kabid Hukum, Kasubdit 3 Direktorat Interlkam, dan Kasubdit Penmas Bidang Humas.

Dalam pengantar dialog, Rinto Nameng dari PMKRI Jakarta mengatakan bahwa kedatangan mereka adalah untuk bersilaturahmi, berdiskusi tentang perkembangan situasi di Jakarta, serta menyampaikan rencana kegiatan refleksi kebangsaan dalam rangka menyambut HUT RI ke-72.

Rinto Nameng menyampaikan bahwa refleksi kebangsaan yang akan disampaikan mahasiswa mencakup berbagai pandangan kritis terhadap situasi sosial, politik, dan ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia. Secara terbuka ia mengatakan, ada juga pandangan kritis terhadap pemerintah, karena sudah menjadi karakter mahasiswa untuk mengkritisi kebijakan Pemerintah apakah berpihak kepada rakyat atau malah sebaliknya.

Rinto juga meminta pandangan Kapolda tentang beberapa persoalan, seperti masalah primordialisme yang tampak menonjol pada Pilkada DKI lalu, masalah radikalisme dan terorisme, masalah narkoba, serta masalah HAM.

Audensi Pertama Dengan Mahasiswa

Irjen Pol. Idham Azis yang baru 19 hari menjabat Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen M. Iriawan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para mahasiswa yang dalam pertemuan itu ia sapa dengan adik-adik.

“Mohon maaf baru bisa menerima adik-adik hari ini, karena padatnya kegiatan kami sebagai Pam Waskita dimana setiap kegiatan Presiden dan Wakil Presiden, Kapolda dan Pangdam Jaya harus hadir. Adik-adik inilah yang pertama audensi dan silaturahmi dengan Kapolda baru,” kata Idham Azis.

Kapolda mengatakan siap menjalin komunikasi dengan mahasiswa. Jika mahasiswa akan melakukan aksi mengkritisi Pemerintah, ia mempersilahkan asal sesuai dengan koridor hukum.

“Saya dengar adik adik akan melaksanakan refleksi kebangsaan, silahkan laksanakan sesuai koridor, kita akan dukung dan lihat dari sisi keamanan. Tapi kalau adik adik menjadi kompor gas, maka situasi ini akan jadi ribet,” kata Idham Azis.

Idham Azis menawarkan kepada mahasiswa untuk di lain kesempatan berdiskusi di tempat yang tidak formal. Ia juga menyatakan siap mendukung rencana Jambore Kebangsaan dan Wirausaha yang akan dilaksanakan mahasiswa pada September mendatang.

“Itu kan ada rencana Jambore mahasiswa pada bulan September, nanti ¬†saya akan komunikasi dengan Bang Bursah,” ujarnya.

Mengutip salah satu ayat dalam Al Qur’an, Idham Azis mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan. Tentang kebijakan Pemerintah misalnya, itu bisa dilihat secara jernih dari berbagai sudut pandang. Kuncinya adalah menjalin komunikasi.

Silaturahmi mahasiswa dengan Kapolda Metro Jaya yang berlangsung dalam suasana akrab ini ditutup dengan foto bersama.