China Mulai Terapkan Sanksi PBB Terhadap Korea Utara

Foto The Hill
Foto The Hill

Beijing, Sayangi.com- Sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Korea Utara, China pada hari Senin (14/8) mengeluarkan perintah untuk melaksanakan sanksi PBB yang dikenakan pada rezim nakal awal bulan ini.

Beijing berjanji akan sepenuhnya memberlakukan sanksi terbaru terhadap sekutu diplomatiknya. Hal itu China lakukan setelah mendapat desakan dari Amerika Serikat untuk berusaha lebih keras dalam memaksa Pyongyang menghentikan program senjata nuklirnya.

Kementerian Perdagangan mengatakan di situsnya bahwa semua impor batu bara, besi, bijih besi dan makanan laut akan dihentikan sepenuhnya mulai Selasa (15/8).

Pengumuman itu disampaikan China seiring meningkatnya retorika antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan rezim Kim Jong-Un, yang menimbulkan keresahan internasional.

Trump telah meminta bantuan China dalam menangani Korea Utara, karena China tetap menjadi salah satu pembela terakhir dari diktator Kim Jong Un. Trumps berharap China dapat menerapkan tekanan finansial yang besar terhadap pemimpin Korea Utara.

Seperti yang dilaporkan Axios dalam beberapa bulan terakhir, Truia mp telah semakin waspada mendapatkan bantuan substansial dari China, yang mengarah ke penyelidikan perdagangan.

Saat Trump, masih berkampaye sebagai calon presiden, sangat mengecam China. Namun saat memenangkan Gedung Putih kalimat Trump terhadap China mulai melunak.

Kicauan Trump Senin (14/8) ia menuliskan dia ditetapkan untuk “fokus pada perdagangan,” tapi tidak secara khusus mengutip China.

Beberapa jam sebelum Trump siap untuk mengumumkan penyelidikan perdagangan, Kementerian Perdagangan China pada hari Senin telah lebih dulu mengumumkan larangan impor dari Korea Utara.

Kementrian Perdagangan China mengatakan bahwa semua impor batubara, bijih besi, konsentrat timbal dan bijih timbal, timbal dan makanan laut dari Korea Utara akan dilarang.

Ada beberapa ketidaksepakatan tentang kapan sanksi akan mulai berlaku. Associated Press melaporkan larangan tersebut akan dimulai pada tengah malam pada 5 September, namun Reuters menulis bahwa hal itu bisa dimulai pada hari Selasa.

Untuk menghukum Korea Utara karena program peluru kendali nuklirnya yang meningkat, Dewan Keamanan U.N dengan suara bulat menyetujui sanksi baru pada 5 Agustus. Sanksi tersebut termasuk larangan ekspor senilai lebih dari $ 1 miliar.

Resolusi yang dirancang oleh A.S. terlihat meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Korea Utara. Hal tersebut sebagai upaya untuk membuka negosiasi mengenai program rudal nuklir.

Duta Besar A.S. untuk PBB Nikki Haley memuji resolusi tersebut, ia menyebutnya “satu-satunya sanksi sanksi ekonomi terbesar” terhadap Pyongyang.

Namun, dia mengingatkan anggota dewan lainnya bahwa sanksi tidak cukup: “Kita seharusnya tidak membodohi diri sendiri dengan berpikir bahwa kita telah menyelesaikan masalah ini, bahkan tidak menutupnya.”

Sumber:foxnews.com