BNN, Polri dan Bea Cukai Tengah Menelisik Jaringan Pengedar Flaka di Indonesia

Acara pemusnahan barang bukti Narkoba, di inceranator di belakang Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (15/8)/ Foto: Tri Setyo

Tangerang, Sayangi.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah pada tahap mengkhawatirkan. Menurutnya, barang bukti berupa satu ton lebih sabu dan jutaan ekstasi yang dimusnahkan hanya sebagian yang dapat diamankan oleh Polri dan BNN.

“Kalau dibilang parah ya parah, parah banget. Karena apa, ini baru sebagian yang kita tangkap dan selamatkan. Ini hanya beberapa jenis yang kami temukan,” ujar Mantan Kabareskrim Polri ini di acara pemusnahan sabu di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (15/8).

Pria yang karib disapa Buwas juga menuturkan, pihaknya telah menemukan setidaknya 66 narkoba jenis baru. Salah satu narkoba yang paling menyita perhatian BNN adalah Flaka.

“Termasuk flaka, yang kita takuti karena video di Youtube, itu sudah masuk di Indonesia. Sekarang kami bekerja keras dengan Polri dengan Bea Cukai untuk menelisik jaringan flaka masuknya lewat mana,” katanya.

Narkoba, lanjut Buwas, sekecil apapun narkoba tersebut, bila sudah beredar ke masyarakat akan merusak bangsa. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan peredaran narkoba di wilayahnya masing-masing.

“Tapi jangan lengah, kita harus mengungkap terus, karena ini adalah ancaman bangsa dan harus kita hadapi semua. Kita harus berbuat sesuai dengan peran masing-masing,” tegasnya

Di kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan varian narkoba yang semakin banyak menimbulkan kekhawatiran. Dengan makin beragamnya jenis narkoba, bukan tidak mungkin para pengedar akan mengincar anak-anak untuk dijadikan targetnya.

“Saya sungguh khawatir tipe (narkoba) nya terlalu banyak. Bahkan anak-anak kita bisa terkena,” katanya.

Acara pemusnahan narkoba ini juga turut dihadiri Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Bareskrim Komjen Ari Dono, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, Dirjen Bea Cukai, dan sejumlah duta anti narkoba yang sebagai besar merupakan pramugari dari sejumlah maskapai penerbangan.

Hadir juga Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol. Martuani Sormin, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, Kapolres Bandara Soekarno Hatta Kombes Arif Rachman, Kapolrestro Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie, serta Kapolrestro Kabupaten Bekasi Kombes Asep Adi Saputra.