Anak SD di Baturaja Kebingungan Tak Dijemput Orang Tua, Untung Ada Polisi Ini

Ridho dan orang tuanya berfoto bersama Kapolres OKU dan polisi yang membantunya.

Baturaja, Sayangi.com – Seorang murid kelas tiga yang sekolah di SD Negeri 1 Baturaja, Kabupaten OKU, Ridho, saat pulang sekolah Senin (14/8), tidak dijemput orang tuanya. Sedangkan teman-temannya yang lain sudah pulang semua.

Ridho kebingungan seperti orang linglung karena hari menjelang magrib tapi tak ada yang menjemputnya. Tiba-tiba, dia ketakutan didatangi seorang anggota polisi berpakaian dinas “tanpa nama” karena tertutup rompi dinas.

Kasihan melihat Ridho yang terlihat linglung, anggota tersebut lalu menanyakan kenapa belum pulang. Ridho ketakutan karena ingat pesan orang tuanya agar tidak melayani orang yang tak dikenal.

Dia tetap membisu di dinding pagar sekolah tapi anggota polisi tersebut terus berupaya mengajak Ridho bicara. Seputar alamat rumahnya dan kenapa belum pulang. Setelah Ridho menjawab singkat-singkat, akhirnya anggota polisi ini membawanya pulang saat hari sudah menjelang malam.

Ridho dinaikkannya di atas motor polisi tersebut kemudian diantarkannya ke alamat yang disebut Ridho. Dia pulang di kawasan Taman Sari, Kelurahan Sukaraya. Belakangan diketahui polisi yang menolong bocah ini anggota dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres OKU. Yakni Bripka M Dani Suwandi.

Kenapa Ridho sampai tak dijemput ayah atau ibunya?

Lalai dan teledor ibu kandung korban yang biasa menjemputnya selama ini adalah jawabannya. Hal tersebut terungkap saat Ernizawati (36), sang ibu, menemui Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari, di ruang kerjanya, Rabu siang (16/8).

Dia datang bersama anaknya yang mengenakan seragam SD Negeri 1 Baturaja didamping Kasat Lantas AKP Chandra Kirana SIK dan Bripka M Dani serta Aipda Andi. Kedatangannya menemui Kapolres untuk menyampaikan terima kasih, karena polisi sudah membantu dirinya dari kecemasan tingkat tinggi saat lupa menjemput anaknya.

Dengan mata terlihat berkaca-kaca, Erni menceritakan apa yang terjadi sehingga tak menjemput anaknya. “Waktu itu saya dan suami sedang di Lampung. Handphone saya matikan karena sedang rapat. Jam tujuh malam lebih baru ingat anak saya yang sekolah,” Erni membuka cerita di hadapan Kapolres.

Buru-buru dia dan suaminya pulang menggunakan mobil dengan kecepatan tinggi. Sampai di Martapura barulah dia menelepon keluarganya di Baturaja menanyakan anaknya sudah pulang atau belum. Erni dan suami menjadi tenang karena kabar dari Baturaja menyebutkan anaknya sudah pulang di antar seorang anggota polisi.

Melalui media sosial, dia mencari-cari siapa polisi baik hati tersebut yang telah menyelamatkan anaknya. Didapati kemudian dari berselancar di dunia maya, Bripka M Dani lah anggota dimaksud.

Tak puas bertemu dengan polisi ini dan atasannya Kasat Lantas Polres OKU, Erni berinisiatif menemui Kapolres karena ingin menyampaikan terimakasihnya kepada lembaga Polri yakni Polres OKU.

“Kalau menangis saya tidak bisa lagi keluar air mata Bu. Hari itu sepanjang jalan saya menangis ingat anak saya. Makanya saya berterima kasih sekali sama institusi Polri dalam hal ini anggota Satlantas Polres OKU yang ibu pimpin,” kata Erni masih dengan suara yang lirih.

Sementara itu, Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Lantas AKP Candra Kirana, mengatakan, ini pelajaran berharga bagi Erni dan semua orang tua. Terhadap tindakan yang dilakukan anggotanya, Bripka M Dani, sebur AKBP Wida, merupakan salah satu bentuk pelayanan pihaknya di tengah-tengah masyarakat. Dia pun meminta para orang tua agar menanamkan pengertian kepada anak-anak bahwa polisi adalah sahabat mereka dan bukan orang yang harus ditakuti.

Kapolres pun menyarankan Erni dan seluruh masyarakarat OKU untuk memanfaatkan aplikasi online Wong Kito. “Silahkan download aplikasi Wong Kito. Banyak manfaatnya bagi masyarakat. Kalau ada kejadian seperti ibu Erni bisa dilaporkan melalui aplikasi ini,” pinta Kapolres sambil memperlihatkan kecanggihan aplikasi online Wong Kito.

Sumber: beritatotal.com