Patung Pancoran: Ide Soekarno Yang Tak Pernah Dilihatnya

Foto LAzone
Foto LAzone

Jakarta,Sayangi.com– Patung Dirgantara Pancoran terletak di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Patung ini dikenal oleh masyarakat dengan nama Tugu Pancoran. Monumen patung tersebut memiliki letak yang sangat strategis karena merupakan pintu gerbang menuju Jakarta dari Bandara Halim Perdanakusuma.

Tempat ini dulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara (AU) Republik Indonesia.

Patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso saat Soekarno masih menjabat presiden RI antara tahun 1964 – 1965. Patung ini dibuat  dengan bantuan keluarga Archa Yogykarta. Proses pengecoran patung dilakukan oleh Perunggu Artistik Dekoratif dilakukan oleh Gardono. Proses Pembangunannya dilakukan oleh PT. Hutama Karya dengan Ir. Sutami sebagai pelaksananya.

Berat patung Dirgantara atau Pancoran sebesar 11 ton.Monumen patung yang memiliki tinggi 11 meter serta panjang tiang patung 27 meter, patung yang menjulang tinggi di monumen ini dari perunggu.

Foto Tirto
Foto Tirto

Dikutip dari anehdidunia.com (18/8) Pengerjaan patung ini tertunda akibat adanya peristiwa G30 S PKI tahun 1965 dan pemerintah transisi tidak mengubrisnya. Walaupun Soekarno sudah tidak menjadi presiden dan badannya mulai ringkih akibat penyakit ginjal yang menggerogotinya ia tetap bersikukuh agar menuntaskan proyek tersebut.

Berikut 5 beberapa fakta mengenai keberadaan Patung Pancoran yang mungkin perlu diketahui:

1. “Patung Pancoran” Bukanlah Nama Aslinya
Nama Patung Pancoran yang sebenarnya adalah Monumen Patung Dirgantara. Karena “Pancoran” tempat patung tersebut berdiri, maka sudah umum, seluruh warga  hanya mengenal dan menyebut monumen patung tersebut sebagai Patung Pancoran. Patung ini boleh dibilang peninggalan terakhir presiden Soekarno.

Ir. Soekarno membuat Patung Dirgantara untuk menggambarkan kemegahan dan kekuatan dunia penerbangan Indonesia. Patung tersebut menggambarkan manusia angkasa yang memiliki semangat untuk terbang dan menjelajahi angkasa.

Diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Dirgantara sendiri memiliki arti ruang yang ada di sekeliling dan melingkupi bumi, terdiri atas ruang udara dan antariksa.

2.Ir Soekarno Rela Menjual Mobil Pribadinya Demi Membereskan Patung Pancoran
Total biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat Patung Pancoran  Rp. 12 juta  (nominal yang sangat besar pada masa itu).Biaya awal pembangunan Patung Pancoran ditanggung oleh seniman pemahat patung yaitu Edhi Sunarso. Sedangkan pemerintah sendiri hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 5 juta.

Dalam proses pekerjaannya Edhi merasa tak sanggup untuk melanjutkan pembuatan Patung Pancoran, mengingat biaya material yang membengkak, dan seniman tersebut dililit utang. Proyek pembuatan monumen yang dia kerjakan tidak menggunakan dokumen perintah resmi negara, hanya berdasarkan perintah lisan Soekarno

Melihat kondisi tersebut Soekarno memanggil Edhi dan memberinya uang Rp. 1,7 juta, yang merupakan hasil penjualan mobil pribadi Soekarno. Sisanya 6 juta konon merupakan hutang pemerintah Indonesia yang tidak terbayarkan.

Edhi Sunarso Pembuat Patung Dirgantara Pancoran. Foto Newsth
Edhi Sunarso Pembuat Patung Dirgantara Pancoran. Foto Newsth

3. Ir Soekarno (Bung Karno) adalah Model Patung Pancoran
Bung Karno penggagas Patung Pancoran (Patung Dirgantara) berkali-kali mencontohkan dengan tubuhnya sendiri, bagaimana seharusnya Monumen Patung Dirgantara berdiri kepada Edhi. Hal tersebut Soekarno untuk meminimalisir terjadinya kesalahan.

4. Sang Seniman Melihat Mobil Jenazah Bung Karno dari Puncak Patung Pancoran
Edhi sedang berada di Puncak Patung Pancoran untuk mengerjakan pembuatan Patung Pancoran Pagi hari, di hari Minggu, tepatnya pada tanggal 21 Juni 1970.

Saat melihat ke bawah, Edi melihat iring-iringan mobil jenazah. Seorang pekerja yang ada di bawah memberitahu Edhi, kalau mobil jenazah yang baru lewat merupakan iring-iringan mobil jenazah Soekarno.

Mendengar hal tersebut dengan rasa sedih Edhi langsung turun dari puncak Patung Pacoran. Hari itu juga ia putuskan pergi ke Blitar untuk memberi penghormatan terakhir kepada Soekarno.

5. Kemana Arah Acungan Tangan Patung Pancoran?
Edhi Sunarso sang perancang Patung Pancoran rupanya sengaja membuat dan merancang Patung Pancoran untuk menunjuk ke suatu tempat.

Ada yang mengatakan bahwa acungan tangan Patung Pancoran sengaja dibuat mengarah ke Pelabuhan Sunda Kelapa.

Ada juga yang bilang kalau acungan tangan Patung Pancoran tersebut mengarah ke tempat Bung Karno menyimpan seluruh harta kekayaannya.

Namun seperti dianalisir pada Jakarta.go.id ternyata acungan tangan pada Patung Pancoran mengarah ke Bandara Internasional Kemayoran yang merupakan bandar udara pertama yang dimiliki oleh Jakarta.

Hal ini tentunya berkaitan dengan apa yang tertulis di poin 1 bahwasannya Patung Dirgantara (Pancoran) dibuat untuk menggambarkan kemegahan dan kekuatan dunia penerbangan Indonesia.