Djoko Edhi: Mau Perang dengan Malaysia? Berani?

Djoko Edhi Abdudrrahman
Djoko Edhi Abdudrrahman

Sayangi.com – Sudah benar bendera Indonesia terbalik. Itu sarkastik cantik. Secara komunikasi dan semiotika, Malaysia mengemukakan Indonesia terbalik. Sudah benar toh? 80% ekonomi nasional dikuasai Cina, 80% sektor keuangan dikuasai Cina, jungkir. Pribumi tak berdaya, Indonesia dikuasai asing-aseng-asong. Jangan gusar dong kalau Malaysia mengkritik indonesia jungkir, terbalik.

Dulu tahun 1960-an, Mahathir minta tolong kepada Soeharto untuk menyelamatkan Malaysia dari invasi Cina. Presiden Soeharto lalu mengirim Jenderal Pitut. Soeharto yang lalu bertugas mengekspor pribumi dari Indonesia ke Malaysia. Jumlahnya sekitar 5 juta orang Indonesia yang kini dijuluki Indon.

Malaysia selamat dari pencaplokan Cina berkat Indon. Maka, jika kini Malaysia bikin gambar bendera Indonesia terbalik, jangan marah. Itu agar kita bisa merenung makna Proklamasi di hari-hari kemerdekaan 17 Agustus 1945. Malaysia bukan lawan sesungguhnya, melainkan mereka berusaha memberi warning.

Kalau pun Anda gusar, mampu Indonesia melawan Malaysia? Tak mampu! Malaysia itu negara kuat, jauh lebih kuat daripada Indonesia yang sendirian di kawasan Asia Pasifik. Malaysia adalah anggota Five Defense Power (Pakta Pertahanan 5 Negara), terdiri: (1) Inggris, (2) Australia, (3) Malaysia, (4) Singapore, (5) New Zealand. Geografis mereka kini, mengepung Indonesia. Mereka punya segalanya, sejak nuklir, biaya tak terbatas, jaringan proxy war.

Pakta itu dibentuk 1974 berdasarkan eks commonwealth, memiliki dewan pakta yang terus menerus melakukan evaluasi. Akad Pakta itu, satu negara anggota diserang, kelimanya serentak menyerang. Berani ente? I don’t think so!

Penulis: Djoko Edhi Abdurrahman
Mantan anggota Komisi III DPR RI, Wakil Sekretaris Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU)