Dalami Penyidikan, Makam Korban Persekusi Tanah Abang Dibongkar Polisi

Dokter Spesialis Forensik dari RS. Polri Asri Pralebda dan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy Kurniawan usai melakukan autopsi di makam Abi Qowan Suprapto di TPU karet Kebembem, Selasa (12/9). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Penyidik Polda Metro Jaya bersama dengan RS. Polri melakukan pembongkaran makam dan autopsi terhadap korban persekusi Abi Qowan Suprapto (20) pada Selasa (12/9). Abi sendiri dimakamkan pada Minggu (3/9) lalu di TPU karet Kebembem, Pejompongan.

Dokter Spesialis Forensik dari RS. Polri, Asri Pralebda mengatakan, autopsi tersebut dilakukan guna mencari tanda-tanda kekerasan terhadap Abi. Namun, mengenai hasil dari autopsi tersebut, Asri belum mau menyampaikan secara rinci.

“Kita melakukan pemeriksaan untuk mencari tanda2 kekerasan, seperti yang sudah diduga sebelumnya. Jadi kita mencari untuk membuktikan kekerasan yang diduga ada,” ujar Asri di TPU Karet Kebembem.

Menurutnya, seluruh bagian tubuh Abi telah diperiksa untuk mengetahui apa penyebab meninggalnya supir angkot tersebut. Mengenai hasil autopsinya, Asri mengatakan, pihaknya akan menyerahkan langsung kepada penyidik.

“Hasil autopsi sepenuhnya akan disampaikan kepada penyidik. Karena penyidik yang minta saya sampaikan ke penyidik. Metode pemeriksaannya sama seperti pemeriksaan autopsi bedah jenazah,” urainya.

Ditempat yang sama, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy Kurniawan mengatakan, pihaknya banyak berdiskusi dengan pihak dari forensik RS Polri. Menurutnya, ada trauma di beberapa bagian tubuh korban yang diduga diakibatkan pukulan benda tumpul.

“Nanti hasilnya dari dokter forensik, tapi beberapa titik ditemukan trauma benda tumpul. Nanti secara resmi kita nunggu dari forensik untuk bahan kita melakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemuda bernama Abi Qowan Suprapto (20) harus meregang nyawa usai dikeroyok sekelompok massa. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy Kurniawan mengatakan, Abi dikeroyok lantaran diduga mencuri satu paket rokok elektrik (Vape) seharga Rp1,6 juta dan membawa lari sebuah sepeda motor.

“Korban dianiaya, karena diduga membawa lari motor beserta sepaket Vape,” ujar Hendy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/9).

Kejadian naas tersebut bermula saat korban berada di Rumah Tua Vape Shop di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Saat disana, lanjut Hendy, korban membawa vape tersebut dengan dalih ingin membeli makan sekalian mengambil uang.