Polresta Barelang Tangkap Suami Istri Pengedar Narkoba, 567 Gram Sabu Diamankan

Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki menjelaskan kronologi penangkapan suami istri yang berprofesi sebagai pengedar sabu, di Batam, Senin (25/9) /Foto:Tribunnews.batam

Batam, Sayangi.Com– Satuan reserse narkoba Polresta Barelang menangkap suami istri pengedar narkoba di Kota Batam, dan berhasil mengamankan barang bukti sabu sebanyak 567 gram.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki menjelaskan kronologi penangkapan suami istri yang berprofesi sebagai pengedar sabu tersebut dalam ekspose narkoba di Mapolresta Barelang, Senin (25/9).

Kasus ini berawal dari laporan masyarakat kepada satres narkoba Polresta Barelang, yang selanjutnya menangkap seorang perempuan bernama Sahida yang akan melakukan transaksi narkoba jenis sabu di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Batam pada 21 September lalu. Petugas mengamankan sabu seberat 1,5 ons yang disimpan di pakaian dalam perempuan tersebut, yang akan dijual kepada seseorang yang saat ini menjadi DPO untuk diedarkan ke Jambi.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap Saudi, yang merupakan suami Sahida, di rumahnya di kawasan Baloi. Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan empat paket sabu seberat 417 gram dari sebuah boneka yang semula disimpan di dalam tas di atas lemari.

Jenguk Suami di Lapas Bawa Sabu

Dalam ekspose tersebut, Kombes Hengki juga menjelaskan kasus penangkapan seorang wanita muda berinisial SU (27), yang kedapatan membawa 5,5 gram sabu saat hendak menjenguk suaminya yang ditahan di Lapas Kelas II A Barelang pada Jumat (22/9) pekan lalu.

Modusnya, SU hendak menyelundupkan sabu ke dalam Lapas dengan menyembunyikan barang haram itu di celada dalamnya.

“Tersangka membawa dua paket yang diduga narkoba jenis sabu, paket tersebut dikemas dengan lakban,” kata Kombes Hengki

Menurut pengakuan SU, ia membawa sabu tersebut untuk suaminya bernama Asen, terpidana kasus pembunuhan seorang model belia di Batam beberapa tahun lalu. Paket sabu itu dibawa tersangka berdasarkan permintaan suaminya.

Berdasarkan keterangan petugas Lapas, gerak-gerik SU terlihat mencurigakan saat dilakukan pemeriksaan dan minta izin ke kamar mandi. Setelah dari kamar mandi, SU kembali diperiksa dan ditemukanlah dua paket narkoba yang sudah dilakban.

SU langsung diamankan dan diserahkan ke Satresnarkoba Polresta Barelang.

Para tersangka dikenakan pasal 112 ayat 2 juncto pasal 114 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 dengan hukuman minimal 6 tahun kurungan penjara dan maksimal seumur hidup hingga hukuman mati.