Saran Polisi Terhadap Pelapor Nikita Mirzani: Kalau Datang Bawa Alat Bukti Laporan

Kombes Pol Argo Yuwono. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya belum memproses laporan yang dilayangkan Gerakan Pemuda Anti Komunis (Gepak) terhadap artis seksi Nikita Mirzani. Menurut Argo, laporan yang dilakukan oleh Gepak itu masih belum memenuhi kriteria untuk diterima.

“Orang lapor boleh, silahkan, tapi bawa apa? Berkasnya laporan apa? Misal pemalsuan, datang bawa aslinya, jangan polisi disuruh cari aslinya. Kalau datang bawa alat bukti laporan,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (5/10).

Argo mengaku pihaknya mengapresiasi bila ada masyarakat yang melaporkan tindak kejahatan ke pihak Polda Metro Jaya. Namun, ia menyarankan para pelapor dapat menyertakan bukti yang kuat saat melaporkan suatu kasus.

“Kalau laporan kemarin tentunya kurang dikonsultasi,” kata Argo.

Untuk Gepak sendiri, kata Argo, pihaknya telah memberikan konseling. Sehingga pihak pelapor dapat melengkapi berkasnya sebelum melapor kembali.

“Ada namanya konseling, kira-kira apa yang mau dilakukan. Kalau syarat Barbuk kurang pasti kita sampaikan, ini kurang begini, lengkapi dulu, kalau lengkap baru datang lagi,” urainya.

Seperti diketahui, Gerakan Pemuda Anti Komunis (Gepak) melaporkan artis seksi Nikita Mirzani ke Polda Metro Jaya pada Rabu (4/10). Ketua Gepak Rahmat Himran menjelaskan, pihaknya melaporkan Nikita lantaran Nikita diduga menghina Panglima TNI melalui akun media sosialnya.

“Di Twitter NM (Nikita Mirzani) ini ada cuitan dia yang isinya, ‘Film G30S/PKI kurang seru. Seharusnya Panglima Gatot juga dimasukan ke Lubang Buaya pasti seru’,” ujar Rahmat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Di lain pihak, Nikita Mirzani sendiri tegas membantah telah menuliskan komentar tersebut di akun Twitter miliknya. Apalagi isi cuitannya sampai menyeret nama Panglima TNI.

“Saya tidak pernah buat cuitan di twitter soal film G30S/PKI. Niki bukan orang bodoh. Itu hoax,” ujar Nikita di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Nikita mengaku tidak mengerti situasi perpolitikan Tanah Air. Ia mengaku lebih banyak menggunakan media sosial untuk promosi aktivitasnya di dunia hiburan serta kesehariannya.

Apabila dibutuhkan sangat siap beri klarifikasi kepada Panglima TNI karena ini menyangkut nama besar Panglima TNI. Kami mohon maaf apabila karena masalah ini jadi mengganggu aktivitas Panglima TNI,” kata pengacara Nikita, Riza Irwansyah.